BGN Perkuat Literasi Gizi Guru untuk Dukung MBG
Badan Gizi Nasional (BGN)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan tentang gizi seimbang dan keamanan pangan sekolah. Pernyataan ini disampaikan Kepala BGN Sudaryono di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Tujuan dan fokus penguatan
Penguatan literasi diarahkan untuk menjadikan MBG bukan sekadar distribusi makanan. BGN ingin program itu menjadi sarana edukasi gizi yang menyasar guru sebagai agen perubahan di sekolah. Dengan demikian, peserta didik diharapkan menerima makanan bergizi sekaligus belajar kebiasaan hidup sehat.
"Kami tidak bisa kerja sendiri. MBG bukan sekadar membagi makanan kepada sekolah, tetapi juga memperkuat literasi dan edukasi terkait gizi,"
Cakupan awal program
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto, menyatakan program dimulai secara bertahap. Pada tahap awal, penguatan literasi menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperluas edukasi gizi dan keamanan pangan di lingkungan satuan pendidikan.
"Pada tahap awal, program menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Keberhasilan MBG membutuhkan pemahaman gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, serta kebiasaan hidup sehat di sekolah," kata Mariman Darto.
Peran guru dan aspek keamanan pangan
BGN menekankan peran strategis guru dalam membentuk kebiasaan sehat peserta didik. Guru diharapkan mampu menyampaikan prinsip gizi seimbang dan menerapkan praktik kebersihan di lingkungan sekolah. Selain edukasi, aspek keamanan pangan menjadi prioritas dalam MBG.
"Keamanan pangan menjadi prioritas dalam MBG, sehingga guru perlu memahami pemeriksaan organoleptik sebelum makanan dikonsumsi. Hal tersebut untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik aman,"
Pelaksanaan berkelanjutan
Program literasi gizi dan keamanan pangan akan berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. BGN berharap penguatan kapasitas guru tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga membentuk kebiasaan makan sehat yang dibawa ke rumah. Kolaborasi lintas lembaga dinilai penting untuk memperluas dampak edukasi dan menjaga mutu pelaksanaan MBG.
Dengan pendekatan edukatif dan partisipasi aktif guru, BGN menargetkan perubahan perilaku jangka panjang terkait gizi dan kebersihan di sekolah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...