Lokal

Warga Bersihkan Tumpukan Material di Jembatan Lala Simeulue

Bagikan:
Warga membersihkan tumpukan bambu dan ranting di sekitar Jembatan Lala, Simeulue

SINABANG — Warga Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, Aceh, bergotong royong membersihkan tumpukan bambu dan ranting kayu di sekitar Jembatan Lala pada Jumat (23/10). Material tersebut terbawa arus saat banjir beberapa waktu lalu, sehingga dikhawatirkan menghambat aliran sungai saat hujan kembali turun.

Gotong royong untuk antisipasi banjir

Warga setempat mulai menyingkirkan material yang menumpuk di badan sungai dan tepi jembatan. Kegiatan ini berlangsung spontan sebagai upaya mencegah penyumbatan aliran air yang dapat memperparah banjir.

Selain menjaga aliran sungai, aksi ini juga dimaknai warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas umum yang menjadi akses utama antarkecamatan.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga kelancaran aliran sungai agar tidak terhambat tumpukan sampah, terutama saat hujan turun kembali,” ujar seorang warga kepada wartawan, Jumat (23/10).

Riwayat kejadian serupa

Berdasarkan pantauan, penumpukan material di sekitar Jembatan Lala bukan pertama kali terjadi. Pada April 2026 lalu, banjir juga menyeret berbagai jenis material hingga menumpuk di lokasi yang sama.

Kondisi yang berulang ini menimbulkan kekhawatiran warga akan terulangnya gangguan lalu lintas, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi lokal bila penanganan bersifat sementara saja.

Imbauan penanganan berkelanjutan

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait mengambil langkah lebih serius untuk mengurangi risiko banjir serupa. Penanganan yang diharapkan tidak hanya pembersihan pasca-banjir, melainkan tindakan preventif.

  • Normalisasi sungai untuk memperlancar aliran dan mengurangi pengendapan material.
  • Identifikasi faktor penyebab banjir agar penanganan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Peran Jembatan Lala

Jembatan Lala merupakan akses penting yang mendukung mobilitas antar kecamatan di Kabupaten Simeulue. Keberadaannya menunjang distribusi barang dan pergerakan ekonomi masyarakat.

Jika penyumbatan aliran berulang, fungsi jembatan sebagai jalur utama berisiko terganggu, sehingga penanganan terpadu menjadi mendesak.

Penanganan jangka panjang yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi teknis dinilai perlu untuk memastikan kelancaran aliran sungai dan menjaga infrastruktur vital di Simeulue.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait