Lokal

Sumut Surplus Beras 27.633 Ton, Bawang Merah Masih Defisit

Bagikan:
Lahan pertanian di Sumatera Utara dengan petani dan panen

Medan — Neraca pangan Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2026 menunjukkan surplus beras 27.633 ton, namun produksi bawang merah masih belum mencukupi kebutuhan daerah. Pemerintah provinsi mengandalkan Program Strategis Daerah untuk mendorong peningkatan produksi dan memperkuat ketahanan pangan.

Data produksi vs kebutuhan Oktober 2026

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, menyampaikan rincian produksi dan kebutuhan sejumlah komoditas dalam temu pers di Kantor Gubernur Medan, Jumat (23/10).

"Kebutuhan beras Oktober sebesar 116.433 ton. Produksi beras sekitar 144.066 ton."

Berikut ringkasan produksi dan kebutuhan utama untuk Oktober 2026:

Komoditas Produksi (ton) Kebutuhan (ton) Surplus/Defisit (ton)
Beras 144.066 116.433 +27.633
Bawang merah (kondisi kering) 3.306 5.353 -2.047
Cabai merah 14.213 9.855 +4.358
Cabai rawit 7.594 3.712 +3.882
Daging sapi 1.773 891 +882
Daging ayam ras 20.383 16.037 +4.346
Telur ayam ras 53.810 20.491 +33.319

Program Strategis Daerah (PSD) dan capaian panen

Pemprov Sumut melakukan intervensi melalui Program Strategis Daerah (PSD) untuk menaikkan produktivitas. Intervensi fokus pada pembangunan kawasan pertanian terpadu yang dikelola kelompok tani, paket bantuan, dan kemitraan BUMD sebagai offtaker.

"Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD)," kata Fariz.

Realisasi panen PSD baru mencapai sebagian kecil dari target luas. Data panen menurut komoditas tercatat sebagai berikut:

Komoditas Target Luas (ha) Terpanen (ha) Produksi (ton)
Padi 300 44,5 327,95
Jagung 260 43 345,6
Cabai merah 60 24 264
Bawang merah 48 18 299,4

Proyek peternakan dan rumah produksi

Empat kawasan sapi potong di Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan Batubara masih dalam tahap konstruksi. Pemerintah menargetkan selesainya pada minggu pertama Desember 2026. Kawasan itu akan menerima sekitar 150 ekor sapi, terbagi 120 ekor untuk penggemukan dan 30 ekor untuk perbibitan.

Rumah produksi kelapa di Nias Utara tercatat progres 80% dan ditargetkan selesai 6 November 2026. Tiga rumah produksi kopi di Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara juga ditargetkan rampung pada November 2026.

Implikasi dan langkah ke depan

Pemprov berharap pengembangan kawasan terpadu ini dapat memperkuat produktivitas, ketahanan pangan, dan perekonomian masyarakat Sumut. Meski beras berlebih, perhatian difokuskan pada komoditas strategis seperti bawang merah agar pasokan lokal stabil sepanjang tahun.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait