Medan Salurkan Bantuan Pendidikan Rp6 Juta untuk 214 Mahasiswa
MEDAN — Pemerintah Kota Medan menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 214 mahasiswa keluarga prasejahtera, Jumat (23/10) di Hotel Grand Kanaya. Penyaluran dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Waas, sebagai upaya meringankan beban biaya kuliah dan menjaga kelangsungan studi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah.
Sasaran dan besaran bantuan
Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Medan dengan nilai bervariasi, maksimal Rp 6 juta per mahasiswa setiap semester. Penerima berasal dari kategori keluarga Desil 1 hingga Desil 5 dan memenuhi syarat IP kumulatif minimal 3,00 untuk PTN dan 3,25 untuk PTS.
Suara penerima manfaat
Bantuan itu membawa kelegaan nyata bagi keluarga penerima yang menghadapi penghasilan tidak menentu. Zulkifli Nasution, seorang tukang botot di Medan, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti untuk kelangsungan pendidikan anaknya.
"Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya,"
Salah satu penerima lainnya, Maisyarah dari Kecamatan Medan Timur, menyampaikan kebahagiaannya karena dana itu dapat dipakai untuk membayar Uang Kuliah Tunggal anaknya, Norah Hanifa, yang sedang menempuh semester V Program Studi Manajemen Dakwah di UINSU.
"Saya pribadi merasa sangat senang menerima bantuan ini. Tidak bisa terbilanglah senangnya. Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk membayar uang UKT anak,"
Afriza Yenni Nasution, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, juga menyatakan bangga terpilih sebagai penerima. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi pertimbangan penting selain prestasi akademik.
"Harapan saya, semoga program ini terus berjalan ke depannya dan bisa membantu kawan-kawan mahasiswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,"
Tujuan pemerintah dan arahan penggunaan
Wali Kota Rico Waas mengatakan program ini bertujuan memotivasi mahasiswa agar menyelesaikan pendidikan tinggi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia berharap bantuan digunakan semaksimal mungkin untuk kebutuhan studi.
"Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat,"
Harapan ke depan
Penerima berharap kuota bantuan dapat ditambah dan dukungan diperluas, termasuk fasilitas pembelajaran seperti laptop atau tablet. Pemerintah daerah dinilai perlu mempertimbangkan bantuan non-tunai untuk menunjang proses belajar daring dan tugas perkuliahan.
Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi hambatan biaya pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Dengan adanya bantuan, diharapkan angka kelulusan dan akses ke lapangan kerja yang lebih baik meningkat di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Nias Selatan Dorong Sarpras Kesehatan untuk Daerah 3T
Pemkab Nias Selatan mendorong kebijakan afirmatif dan sarpras khusus seperti ambulans air, satelit, dan pane...
Algoritma Bernegara: Rocky Gerung Minta Kampus Jaga Nalar Kritis
Rocky Gerung menyerukan perguruan tinggi menjaga nalar kritis agar demokrasi tak dikuasai politik transaksio...
KAHMI Aceh Besar Peringati HUT ke-60 dengan Maulid dan Santunan Yatim
MD KAHMI Aceh Besar merayakan HUT ke-60 dengan Maulid Nabi dan santunan anak yatim di Universitas Serambi Me...
Barona di Ambang Juara, Pekan Penutup Liga SSB Banda Aceh 2026
Matchday 9 Liga Kolaborasi SSB Banda Aceh 2026 menentukan juara dan perebutan posisi ketiga pada 24–25 Oktob...
Ustaz Aiyub Serukan Syukur Hati, Lisan, dan Perbuatan di Aceh Besar
Ustaz Aiyub Rusli di Masjid Al Jihad Aceh Besar mengajak umat mengamalkan syukur lewat hati, lisan, dan perb...
Puluhan Santri Diduga Keracunan Saat Hari Santri di Deliserdang
Puluhan santri dari Ponpes Mazilah Darussalam diduga keracunan setelah makan siang pada peringatan Hari Sant...