Bendungan Bulango Ulu Ditargetkan Rampung Akhir 2026, Wapres Kawal Percepatan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Bone Bolango, Gorontalo, Jumat, 19 Juni 2026. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan penyelesaian proyek yang ditargetkan rampung pada akhir tahun dan mendiskusikan kebutuhan pendanaan untuk menyelesaikan pekerjaan tersisa.
Progres Pembangunan
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bulango Ulu, Ali Rahmat, memaparkan progres fisik bendungan telah mencapai 94,99 persen. Saat ini sisa pekerjaan utama adalah penyelesaian terowongan, plugging, dan bottom outlet.
“Insya Allah tahun ini semua selesai, Pak. Pekerjaan bendungan tinggal menyisakan pekerjaan terowongan, plugging, kemudian pekerjaan bottom outlet,” ujar Ali Rahmat.
Manfaat Air Baku dan Reduksi Banjir
Menurut Ali, bendungan ini akan menyediakan pasokan air baku yang signifikan. Kapasitas yang diklaim mencapai 2.200 liter per detik, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.
"Manfaat air baku ini yang sangat besar, 2.200 liter Pak per detik. Ini sangat besar sekali untuk Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Kota Gorontalo," ujarnya.
Selain pasokan air, bendungan diproyeksikan menurunkan potensi banjir hingga 43 persen di Kota Gorontalo. Pengendalian debit air diharapkan dapat mengurangi risiko di sekitar 629 hektare kawasan terdampak banjir.
Dukungan Irigasi dan Pembangkit Listrik
Bendungan Bulango Ulu juga dirancang untuk mendukung pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 5 megawatt. Infrastruktur ini akan memperkuat layanan irigasi eksisting seluas 4.100 hektare dan membuka tambahan layanan seluas 750 hektare.
Ali memaparkan dampak pada pertanian. Indeks pertanaman diperkirakan meningkat dari 250 menjadi 350, mendekati tiga kali tanam per tahun. Produktivitas saat ini 3–3,5 ton per hektare diproyeksikan naik menjadi 7–9 ton per hektare.
“Dengan adanya bendungan ini, InsyaAllah produktivitas pertanian bisa meningkat dua kali lipat dan indeks pertanaman naik secara signifikan,” ujar Ali Rahmat.
Percepatan Penyelesaian dan Target Operasional
Usai paparan, Wapres memberi perhatian khusus pada percepatan penyelesaian, termasuk ketersediaan dana untuk menyelesaikan pekerjaan tersisa. Pemerintah pusat diminta memastikan alokasi anggaran dan manajemen konstruksi berjalan cepat dan aman.
Rencana berikutnya adalah pengisian bendungan pada 2027 dan diharapkan dapat berfungsi secara optimal pada awal 2028. Jika berjalan sesuai rencana, manfaat air baku, mitigasi banjir, layanan irigasi, dan pembangkit listrik akan segera dirasakan masyarakat Gorontalo.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...
Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Posko Gempa NTT
Pemerintah menggelar trauma healing dan perpustakaan keliling di posko GOR Samador, Sikka pada 19 Agustus 20...