Nasional

Wamendikdasmen: Beasiswa SCG Buka Jalan Anak Raih Mimpi

Bagikan:
Wamendikdasmen Fajar Riza berbicara di acara SCG Sharing the Dream 2026

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyatakan pendidikan membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih mimpi. Pernyataan itu disampaikan saat acara SCG Sharing the Dream 2026 di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pesan inti: imajinasi dan ambisi

Fajar menekankan dua fungsi pendidikan: menumbuhkan imajinasi dan menguatkan ambisi. Imajinasi membuat anak berani membayangkan masa depan. Ambisi memberi tenaga untuk memperjuangkan cita-cita.

“Pendidikan adalah jalan untuk meraih mimpi. Adik-adik harus memiliki imajinasi untuk membayangkan masa depan dan ambisi untuk mewujudkannya.”

Program pemerintah dan dukungan dunia usaha

Fajar menyebut kesempatan bagi anak-anak Indonesia terus diperluas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu kebijakan adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan dan digitalisasi pembelajaran lewat Papan Interaktif Digital (PID).

Di bawah arahan Menteri Abdul Mu’ti, kebijakan itu bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan bermutu. Penguatan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) juga diperkuat untuk menjangkau daerah geografis sulit.

“Kehadiran SCG melalui program beasiswa ini memperluas kesempatan yang terus dibuka pemerintah. Inilah wujud Partisipasi Semesta: negara bekerja dan dunia usaha ikut mengambil bagian dalam membangun masa depan anak-anak Indonesia.”

Rincian program SCG Sharing the Dream 2026

Program SCG tahun ini memberikan beasiswa yang menyasar pelajar dan mahasiswa. Data utama program sebagai berikut:

  • 412 beasiswa diberikan kepada 400 pelajar SMA/sederajat dan 12 mahasiswa.
  • Memasuki tahun ke-14, program ini telah mendukung lebih dari 5.200 penerima beasiswa.
  • Sejak 2024, kuota khusus dialokasikan untuk anak pekerja bangunan dan anak penyandang disabilitas.

Pembelajaran berbasis pengalaman dan dampak sosial

SCG menempatkan tema “Green Active Generation: Empowered to Act, Driven to Change”. Penerima beasiswa mendapat pembelajaran berbasis pengalaman untuk menjawab persoalan sosial dan lingkungan.

Salah satu inisiatif alumni adalah WANOJA Green Academy. Program ini memberdayakan lebih dari 60 pemuda melalui pengembangan keterampilan ekowisata di Ciwidey, Jawa Barat.

Fajar menilai pendekatan tersebut sejalan dengan Pembelajaran Mendalam yang digalakkan Kemendikdasmen. Peserta didik diminta memahami persoalan nyata, menerapkan ilmu, bekerja bersama masyarakat, dan merefleksikan dampak tindakan mereka.

Pesan penutup: tanggung jawab memberi kembali

Fajar mengingatkan bahwa bantuan beasiswa membawa amanah. Ia berharap para penerima kelak memberi kembali kepada lingkungan.

“Sepuluh tahun mendatang, adik-adik harus hadir dan memberi kepada lingkungan sekitar. Tangan yang memberi lebih mulia daripada tangan yang menerima. Raih mimpimu, lalu kembalilah untuk memberi dan mengabdi untuk Ibu Pertiwi.”

Dengan kombinasi kebijakan publik, kolaborasi dunia usaha, dan model pembelajaran pengalaman, pemerintah menaruh harap besar pada generasi muda untuk menjadi agen perubahan dan pelaku solusi di komunitas masing-masing.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait