Bobby Nasution Perluas Beasiswa Poltekkes untuk Mahasiswa Nias
GUNUNG SITOLI — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berkomitmen meningkatkan dukungan beasiswa bagi putra-putri Kepulauan Nias setelah menemukan 43 dari 66 mahasiswa yang diterima di Politeknik Kesehatan Kemenkes Gunungsitoli tidak dapat melanjutkan kuliah karena kendala biaya. Temuan itu disampaikan saat peninjauan di kampus, Minggu (9/8), yang mengungkap hanya 23 mahasiswa aktif kuliah pada semester pertama.
Temuan di Poltekkes Gunungsitoli
Data lapangan menunjukkan angka mahasiswa yang berhenti studi tinggi. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan tenaga kesehatan di wilayah Kepulauan Nias. Menurut Gubernur, masalah finansial menjadi penyebab utama mahasiswa tak bisa menuntaskan pendidikan.
"Ini kan menjadi persoalan juga, baik untuk tenaga kesehatan yang ada di Kepulauan Nias dan juga untuk anak-anak kita bisa mendapat lapangan pekerjaan,"
Rencana penambahan kuota beasiswa
Bobby menjelaskan Pemprov Sumut akan mengintegrasikan bantuan beasiswa daerah dengan kuota yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Saat ini, kementerian menetapkan kuota beasiswa sebesar 20% bagi mahasiswa Poltekkes Medan. Pemprov Sumut menargetkan peningkatan cakupan minimal 50% melalui kerja sama dan penambahan dana lokal.
Langkah ini rencananya mencakup koordinasi anggaran dan mekanisme seleksi agar bantuan tepat sasaran. Tujuannya jelas: menurunkan angka putus studi dan menambah tenaga kesehatan terlatih dari Nias.
Suara mahasiswa
Salah seorang mahasiswa tingkat tiga, Destin Murni Laoli, menceritakan pengalamannya terpaksa mengambil cuti karena keterbatasan biaya. Kondisi keluarganya memburuk setelah sang ibu sakit, sehingga beban finansial bertambah.
"Saya senang sekali dapat bertemu dengan Bapak Bobby. Beliau sangat membantu saya dalam pembiayaan uang kuliah. Perasaan saya sangat senang sekali, terima kasih Bapak Bobby atas bantuannya,"
Dampak dan prospek
Penguatan beasiswa diharapkan memperbaiki akses pendidikan kesehatan dan menambah jumlah tenaga medis lokal. Jika target 50% tercapai, peluang mahasiswa melanjutkan studi meningkat, sekaligus memperkuat layanan kesehatan di Kepulauan Nias.
Ke depan, implementasi rencana ini bergantung pada kesepakatan teknis antara Pemprov Sumut dan Kementerian Kesehatan, serta ketersediaan anggaran daerah. Monitoring penerima beasiswa juga akan menjadi kunci agar bantuan mencapai yang membutuhkan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...