Beasiswa Djarum Dorong Mahasiswa Ciptakan Solusi Sosial
Bakti Pendidikan Djarum mendorong mahasiswa menghadirkan solusi inovatif atas persoalan sosial melalui kemampuan berpikir kritis pada Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026 yang digelar di Badung, Bali, Sabtu, 27 Juni 2026. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk generasi muda yang mampu menganalisis masalah dan menawarkan gagasan orisinal sebagai langkah nyata bagi masyarakat.
Program dan tujuan
Program Djarum Beasiswa Plus yang dijalankan Bakti Pendidikan Djarum menempatkan pengembangan kemampuan analitis dan kepemimpinan sebagai prioritas. Kegiatan lomba esai menjadi wadah untuk melatih mahasiswa menyusun argumen yang kuat dan berpikir solusi.
Kriteria penilaian: orisinalitas dan relevansi
Panitia menilai esai berdasarkan orisinalitas gagasan, kedalaman analisis, dan kemampuan menghadirkan solusi yang realistis. Menurut Deputi Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, kemampuan menganalisis persoalan adalah langkah awal yang krusial.
"Mahasiswa memiliki banyak peran, termasuk dalam menyumbang berbagai solusi dari persoalan di kehidupan sehari-hari. Melalui Program Djarum Beasiswa Plus, kami menyiapkan generasi muda yang terbiasa berpikir kritis, menganalisis situasi, hingga menghasilkan jalan keluar dengan kebaruan sudut pandang," kata Felicia Hanitio.
Penekanan pada soft skill dan kesiapan profesional
Felicia menegaskan bahwa tujuan program tidak hanya menghasilkan karya tulis yang baik, tetapi juga membekali peserta dengan soft skill yang berguna saat memasuki dunia kerja. Fokus pelatihan meliputi berpikir kritis, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan profesional.
Respons narasumber dan langkah selanjutnya
Jurnalis senior dan pendiri Narasi TV, Najwa Shihab, turut memberi apresiasi terhadap kualitas esai finalis. Ia melihat karya peserta sebagai bukti kemampuan berpikir kritis yang mampu menawarkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di Indonesia.
"Ini bukan akhir, tapi awal untuk terus bertanya, terus berpikir, dan terus menulis. Tantangan berikutnya adalah membawa gagasan itu keluar dari halaman esai, mengujinya di dunia nyata, dan menjadikannya bagian dari solusi masyarakat," kata Najwa.
Dampak dan harapan ke depan
Kompetisi ini diharapkan menjadi titik awal bagi para peserta untuk menerjemahkan gagasan akademis ke dalam tindakan sosial. Jika gagasan esai diuji dan diimplementasikan, dapat membuka jalan bagi solusi yang berdampak luas di komunitas.
Dengan menekankan orisinalitas dan penerapan praktis, Bakti Pendidikan Djarum berharap lulusan program ini tidak hanya cakap menulis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...