Nasional

Bapanas Perkuat Kios Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

Bagikan:
Kios Pangan Bapanas di Cipayung menjual bahan pokok dengan harga terjangkau

Badan Pangan Nasional (Bapanas)

Program dan tujuan

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyatakan Kios Pangan menjadi langkah pemerintah bersama pelaku usaha untuk memangkas mata rantai distribusi. Tujuannya agar masyarakat memperoleh bahan pangan lebih murah dibandingkan harga pasar.

"Pemerintah bersama pelaku usaha pangan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pangan tersedia dengan harga yang wajar. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik akibat isu-isu di media sosial terkait kenaikan harga pangan,"

Implementasi di lapangan

Salah satu implementasi nyata berlangsung di Kelurahan Cipayung, Kota Depok. Kios Pangan di wilayah tersebut menjual beragam komoditas strategis di bawah harga pasar atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Gula konsumsi
  • Tepung terigu
  • Telur ayam ras
  • Daging ayam ras dan daging sapi
  • Aneka sayuran

Peminat tinggi terlihat saat kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cilodong pada 8 Juli dan Kecamatan Madang pada 9 Juli 2026. Seluruh stok Kios Pangan Cipayung ludes terjual selama dua kegiatan itu.

Data distribusi dan transaksi

Bapanas mencatat hingga akhir 2025 terdapat 1.737 Kios Pangan yang tersebar di 34 provinsi. Pada 2026, upaya perluasan terus berjalan untuk memperluas akses ke pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Dalam dua kegiatan GPM di Depok, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp30 juta. Penjaga Kios Pangan Cipayung, Dian, menyebut rata-rata penyaluran harian setara lima ton komoditas per bulan.

"Alhamdulillah, saat GPM di Kecamatan Madang seluruh barang yang kami bawa habis terjual. Masyarakat sangat antusias karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau. Program Kios Pangan juga membuat usaha kami semakin berkembang sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil,"

Kebijakan dan langkah ke depan

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan fokus kebijakan tetap pada stabilisasi pasokan dan harga. Menurutnya, saat ini pasokan komoditas utama seperti beras, jagung, gula, bawang, telur, dan daging berada dalam kondisi aman.

"Yang nomor satu adalah stabilisasi pasokan dan harga. Jadi sekarang ini beras kita aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang aman, telur, daging, ini semua aman. Sekarang tinggal bagaimana menjaga stabilisasi harga,"

Bapanas menilai penguatan Kios Pangan penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Ke depan, pengembangan Kios Pangan akan terus diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN pangan, koperasi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya merata di seluruh Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait