Lokal

Medan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa, Maks Rp6 Juta

Bagikan:
Wali Kota Medan menyerahkan bantuan pendidikan kepada mahasiswa di Hotel Grand Kanaya

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Waas menyerahkan bantuan biaya pendidikan bagi 214 mahasiswa Kota Medan Tahun Anggaran 2026 di Hotel Grand Kanaya, Jumat (23/10). Bantuan ini disampaikan sebagai pengembalian dana pajak kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi putus kuliah akibat kendala ekonomi.

Tujuan bantuan dan pesan Wali Kota

Rico Waas menegaskan program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi sosial untuk mengubah nasib keluarga dan memperkuat kemampuan generasi muda. Ia meminta penerima memanfaatkan bantuan demi kelancaran studi dan peningkatan kompetensi.

"Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat,"

Rico menambahkan harapannya agar para mahasiswa menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak kembali berkontribusi pada pembangunan Kota Medan.

"Pendidikan ini ingin mengubah nasib keluarga. Kalau anaknya berhasil, menyelesaikan kuliah, kemudian bisa bekerja, tentu manfaatnya akan kembali kepada keluarganya,"

Rincian penerima dan mekanisme penyaluran

Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Medan untuk periode satu semester. Besaran bantuan bervariasi, dengan nilai maksimal Rp 6 juta per mahasiswa setiap semester. Penyerahan hadirkan ratusan mahasiswa dan orang tua yang menerima dukungan ini.

Syarat penerima dan target program

Kepala Dinas Sosial menjelaskan bahwa penerima berasal dari keluarga kurang mampu berdasarkan kategori Desil 1 hingga Desil 5. Persyaratan IP kumulatif ditetapkan untuk menjaga mutu akademik penerima.

  • Penerima: mahasiswa dari keluarga Desil 1–5
  • IP kumulatif minimal: 3,00 untuk PTN
  • IP kumulatif minimal: 3,25 untuk PTS
  • Besaran bantuan: hingga Rp 6.000.000 per semester

Reaksi mahasiswa dan efek program

Perwakilan mahasiswa penerima menyatakan program ini memberi semangat dan rasa kepedulian dari pemerintah. Mereka berharap bantuan dapat memutus rantai putus kuliah akibat masalah biaya.

"Bantuan ini bukan sekadar dukungan biaya pendidikan, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kami," ujar Muhammad Fahrezi Harahap, mahasiswa semester 7 Universitas Negeri Medan.

Rencana penambahan kuota

Melihat manfaat yang dirasakan, Wali Kota menyampaikan rencana meningkatkan kuota penerima pada tahun mendatang. Ia memerintahkan instansi terkait mengkaji kemungkinan penambahan alokasi agar lebih banyak mahasiswa memperoleh manfaat.

"Saya minta supaya bisa ditambahkan lagi, karena memang sangat bermanfaat. Tahun depan kita tambah,"

Program ini diharapkan tidak hanya meringankan beban individu, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi dan mendorong lulusan berkontribusi bagi kemajuan keluarga serta pembangunan Kota Medan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait