Lokal

Mahasiswa USU Ronny Raih Puluhan Prestasi Karya Ilmiah Nasional & Internasional

Bagikan:
Mahasiswa mempresentasikan karya ilmiah tentang IoT dan sensor untuk pemantauan struktur

Medan – Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), menorehkan puluhan prestasi dalam kompetisi karya ilmiah tingkat nasional dan internasional sejak 2024. Ia mulai fokus pada teknologi kesehatan seperti Internet of Things (IoT) dan sensor, lalu memperluas eksplorasi ke bidang lain pada 2025 karena ingin menguji kemampuan lintas disiplin.

Perjalanan menuju prestasi

Ketertarikan Ronny pada karya ilmiah berawal saat melihat juniornya berlomba di tingkat fakultas. Ia mencoba ikut dan langsung meraih juara kedua pada perlombaan pertamanya. Keberhasilan awal itu mendorongnya serius menekuni penulisan ilmiah.

Sepanjang perjalanan kompetisi, Ronny mengatakan ia telah mencapai babak final pada sekitar 40 hingga 50 perlombaan. Meski begitu, ia tetap selektif memilih kompetisi, memprioritaskan acara yang diadakan oleh perguruan tinggi targetnya.

"Pertama-tama, tahun 2024 itu fokusnya cuma kesehatan, terutama bidang-bidang teknologi kesehatan seperti IoT dan sensor. Tapi, karena semakin ke sini sudah tahu dan menguasai bidang kesehatan, saya mencoba bidang lain," ujar Ronny.

Pengalaman berkesan di universitas besar

Salah satu momen paling berkesan bagi Ronny adalah saat berlomba di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengaku timnya tidak memasang ekspektasi tinggi karena belum pernah menang di kompetisi perguruan tinggi besar.

"UGM menjadi universitas besar pertama tempat saya mengikuti lomba dan akhirnya menang," tutur Ronny.

Prestasi dan inovasi 2026

Pada 2026, Ronny meraih sejumlah prestasi penting di berbagai bidang. Beberapa pencapaian utama meliputi:

  • Juara I Lomba Karya Ilmiah Smart & Safety (SASECOM) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.
  • Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah PIMPI di Fakultas Pertanian IPB University.
  • Juara III National Paper & Poster Competition IEEE Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  • 1st Runner-Up International Paper Innovation Contest pada The 14th Civil Engineering Innovation Contest, Universitas Diponegoro.

Salah satu karya yang mendapat pengakuan internasional berjudul SMART-TILT, sebuah inovasi yang mengintegrasikan digital twin, sensor IoT, dan pembelajaran mesin untuk memantau kesehatan struktur bangunan bersejarah di kawasan rawan gempa.

Strategi kerja dan manajemen waktu

Ronny membagi waktu antara perkuliahan dan persiapan lomba. Ia biasanya mulai menyusun karya ilmiah satu hingga dua minggu sebelum tenggat untuk menjaga keteraturan dan menyelesaikan tugas akademik.

"Saya pakai sistem cicil, jadi enggak langsung sekali kebut. Rasa malas pasti ada, tetapi kalau kita mulai sedikit demi sedikit, hasil di akhir akan terlihat," ujar Ronny.

Dalam tim, ia kerap dipercaya sebagai ketua. Metode kerjanya adalah menyelesaikan bagian pribadi lebih dulu lalu mereview hasil akhir tim untuk memastikan konsistensi dan kualitas.

Peran sebagai mentor dan dampak

Selain aktif berlomba, Ronny berperan sebagai mentor bagi mahasiswa lain. Ia membantu menyusun alur perencanaan sistem informasi kesehatan, sekaligus berbagi pengalaman lintas disiplin.

Bagi Ronny, kompetisi ilmiah menjadi ruang untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan mengukur kemampuan di berbagai bidang ilmu. Pengalaman tersebut berpotensi mendorong pengembangan solusi teknologi kesehatan yang aplikatif bagi masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait