Lokal

Mahasiswa USU Jual Mochi Sambil Raih Prestasi Nasional

Bagikan:
Mahasiswa menjajakan mochi di lingkungan kampus Universitas Sumatera Utara

MEDAN — Mhd Haikal Ananta, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, menjual mochi antarfakultas di lingkungan kampus sambil aktif mengikuti lomba dan meraih prestasi tingkat nasional.

Jualan mochi sebagai rutinitas kampus

Usaha berjualan mochi dimulai dari ajakan teman yang mahir membuatnya. Haikal kemudian membantu memasarkan produk itu secara langsung kepada mahasiswa di berbagai fakultas.

Dia menggunakan Bus Linus bila tersedia, namun sering juga berjalan kaki untuk menjangkau calon pembeli. Aktivitas sederhana ini sekaligus menjadi sarana belajar berinteraksi dan memahami karakter pelanggan.

Awalnya, tentu nggak selalu mudah. Ada kalanya dagangan nggak habis, ada rasa malu ketika menawarkan produk, bahkan terkadang ada penolakan dari orang lain. Tapi, dari situ saya belajar untuk lebih percaya diri dan nggak mudah menyerah.

Prestasi akademik dan nonakademik

Di sela berwirausaha, Haikal mencatat beberapa prestasi di bidang keagamaan dan penulisan. Ketertarikannya pada bidang keagamaan menghasilkan juara di tingkat kabupaten dan provinsi.

  • Juara I MTQ Kabupaten Deli Serdang cabang Syarhil Qur'an (2022)
  • Juara II MTQ Provinsi Sumatera Utara (2024)
  • Juara I Lomba Esai Antinarkoba (BNN Sumut, 2024)
  • Juara I Lomba Cerdas Cermat Antinarkoba (BNN Sumut, 2024)
  • Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an tingkat nasional (Psyco Syar'i, 2026)
  • Penghargaan Mahasiswa Berprestasi

Dukungan beasiswa

Perjalanan pendidikan Haikal mendapat dukungan melalui beberapa beasiswa yang membantu keberlanjutan studinya.

  • Beasiswa Talenta SBPU USU (2024)
  • Beasiswa PT Pegadaian (2025)
  • Beasiswa PTPN IV (2026)

Mengelola waktu dan pelajaran yang dipetik

Haikal mengakui tantangan terbesar adalah membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, usaha, dan persiapan lomba. Ia menekankan pentingnya menentukan prioritas agar semua tanggung jawab berjalan.

Tantangan terbesar saya sebenarnya adalah membagi waktu dan menjaga konsistensi. Saya punya tanggung jawab sebagai mahasiswa, aktif dalam organisasi, dan juga menjalankan usaha mochi. Jadi, waktu untuk mempersiapkan perlombaan terkadang cukup terbatas.

Untuk mengatasi itu, Haikal menyesuaikan kegiatan menurut kemampuan dan tidak membiarkan kegagalan menghentikan usaha. Baginya, setiap pengalaman—baik sukses maupun gagal—memberi pelajaran berharga.

Makna pengalaman

Bagi Haikal, berjualan mochi bukan hanya soal mencari penghasilan. Begitu pula lomba bukan sekadar mengejar gelar juara. Keduanya menjadi ruang latihan membangun kepercayaan diri, konsistensi, dan pengenalan kemampuan diri.

Dia berupaya memanfaatkan masa kuliah untuk terus berkembang, menunjukkan bahwa pengalaman mahasiswa dapat diperoleh di luar ruang kelas melalui keberanian mencoba hal baru dan menjalankan usaha.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait