Nasional

Kemensos Kirim Bantuan ke Korban Konflik Flores Timur

Bagikan:
Bantuan logistik Kemensos untuk korban konflik di Flores Timur

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, setelah bentrokan yang menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya pada 18 Juli 2026.

Bantuan didistribusikan, evakuasi dan asesmen lapangan

Bantuan dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang menuju Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur pada Senin, 20 Juli 2026. Pengiriman dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar korban segera terpenuhi.

Menurut keterangan resmi, Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur sudah melakukan asesmen dampak, pendataan korban, dan evakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan. Koordinasi berjalan bersama pemerintah daerah serta aparat keamanan.

Rincian bantuan logistik

Jenis bantuan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan darurat korban dan keluarga terdampak. Paket dikirim sesuai prioritas kebutuhan di lapangan.

  • 200 paket makanan siap saji
  • 100 paket makanan anak
  • 200 paket lauk pauk siap saji
  • 50 lembar kasur
  • 50 lembar selimut
  • 50 paket kidsware
  • 50 paket family kit
  • 50 paket sandang dewasa
  • 1 unit tenda serbaguna

Respons pemerintah daerah dan status administrasi

Pemerintah daerah tengah memproses Surat Keterangan Tanggap Darurat (SKTD) untuk mendukung penanganan dan pengajuan santunan. Verifikasi dan validasi data korban meninggal serta korban luka terus dilakukan sebagai dasar pengajuan santunan ke Kementerian Sosial.

Aparat keamanan masih memantau situasi pada lokasi konflik. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri aktif melakukan pendekatan persuasif dan mediasi untuk meredakan ketegangan.

Imbauan Mensos

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, meminta masyarakat menahan diri dan mempercayakan penanganan kepada aparat yang berwenang. Ia menegaskan koordinasi antara Kemensos, pemerintah daerah, TNI, dan Polri berjalan untuk memastikan penanganan cepat dan tepat.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan terhadap warga terdampak berjalan cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan," kata Gus Ipul.

Mensos juga mengajak seluruh pihak menjaga persaudaraan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Pemerintah berharap kondisi cepat pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Pemantauan dan upaya mediasi diperkirakan berlanjut hingga situasi benar-benar kondusif, sementara penyaluran bantuan logistik akan disesuaikan dengan hasil verifikasi di lapangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait