Prabowonomics Summit 2026: Buku Diluncurkan dan Bahas Arah Ekonomi
Prabowonomics Summit 2026 akan digelar pada 6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini disiapkan oleh Prabowonomics Institute sebagai forum pembahasan arah kebijakan ekonomi nasional. Kegiatan meliputi peluncuran buku bilingual setebal 946 halaman dan pameran program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya mendorong rekomendasi kebijakan yang bersifat implementatif.
Peluncuran buku dan materi utama
Buku berjudul Prabowonomics disusun sebagai dokumentasi komprehensif mengenai strategi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Buku setebal 946 halaman memuat pembahasan kedaulatan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan koperasi. Selain itu, ada fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Kami berharap gagasan tersebut dapat dibahas secara kritis, terukur, dan kolaboratif, sehingga tidak berhenti sebagai konsep. Tetapi mampu memberikan rekomendasi kebijakan yang implementatif," ujar Yonge Sihombing, Ketua Prabowonomics Institute.
Forum diskusi dan peserta
Acara akan menghadirkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta organisasi masyarakat sipil. Panitia menargetkan kehadiran sekitar 5.000 peserta dari berbagai unsur. Forum diskusi dirancang untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat diajukan kepada pemangku kepentingan.
Pameran program prioritas
Selain forum, pameran menampilkan capaian dan program prioritas pemerintahan. Pameran bertujuan memperlihatkan implementasi kebijakan serta peluang investasi. Beberapa program unggulan yang akan dipamerkan antara lain:
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Koperasi Merah Putih
- Sekolah Rakyat dan rumah subsidi
- Hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur
- Layanan kesehatan dan pengembangan kawasan timur Indonesia
"Panitia menargetkan kehadiran sekitar 5.000 peserta dari unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga media," kata Kanjeng Ayu Jenny Waskita, Ketua Panitia Prabowonomics Summit 2026.
Isu strategis yang akan dibahas
Forum dijadwalkan membahas lima isu strategis yang dinilai krusial untuk arah ekonomi jangka menengah dan panjang. Pembahasan dirancang untuk menghubungkan gagasan akademis dengan kebutuhan implementasi di lapangan.
- Prospek ekonomi global dan prospek Indonesia 2026
- Kedaulatan pangan dan ketahanan energi
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Penguatan ekonomi kerakyatan dan koperasi
- Penyusunan peta jalan menuju Indonesia Emas 2045
Harapan dan implikasi kebijakan
Prabowonomics Institute berharap forum ini menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah. Rekomendasi diharapkan mendorong investasi, memperkuat daya saing industri, dan mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045. Hasil summit juga diarahkan agar mudah diadopsi oleh pembuat kebijakan dan pelaku usaha.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bawaslu Temukan Lima Pelanggaran Prosedur PDPB Semester I 2026
Bawaslu temukan lima pelanggaran prosedur dalam PDPB Semester I 2026 di 38 provinsi, termasuk kurang koordin...
Bawaslu Temukan Selisih Data Pemilih pada PDPB Semester I 2026
Bawaslu menemukan selisih data pemilih pada PDPB Semester I 2026, termasuk 304 di Paser dan 4.320 di Papua B...
Yusril: Penahanan Febrie Adriansyah Kewenangan Penyidik
Yusril menyatakan penahanan Febrie Adriansyah adalah kewenangan penyidik dan dapat diuji melalui praperadila...
Bawaslu Soroti PDPB Semester I 2026: 19 KPU Provinsi Abaikan Masukan
Bawaslu mencatat sejumlah kekurangan dalam rekapitulasi PDPB Semester I 2026: 19 KPU provinsi tidak mencantu...
Rosan: DSI Disiapkan Jadi Agen Penjual Tunggal Komoditas Ekspor
Rosan menyebut DSI disiapkan jadi agen penjual tunggal komoditas ekspor; integrasi data dimulai 1 Juni dan i...
BGN Refokus MBG ke Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
BGN refokus Program MBG ke wilayah stunting tinggi mengikuti arahan Presiden, menyisir ulang data 62,7 juta...