Kediri Salurkan 200 Ton Benih Jagung Rp19 Miliar untuk 13.300 Ha
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyalurkan 200 ton benih jagung senilai Rp19 miliar pada Kamis, 2 Juli 2026. Bantuan ditujukan untuk lahan seluas 13.300 hektare dan diberikan kepada 683 kelompok tani di 26 kecamatan. Tujuan utama program ini adalah menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas pertanian jagung di Kabupaten Kediri.
Rincian bantuan dan cakupan
Bantuan benih mencapai 200 ton dan mencakup 13.300 hektare lahan. Distribusi dilakukan secara simbolis kepada empat kelompok tani sebelum disalurkan lebih luas. Total penerima mencakup 683 kelompok tani yang tersebar di 26 kecamatan.
Dukungan lanjutan: alsintan dan penyerapan hasil
Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi usaha tani. Bupati menyampaikan bahwa paket bantuan tidak berhenti pada benih saja, melainkan akan dilengkapi fasilitas lain agar produktivitas naik.
"Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,"
— Hanindhito Himawan Pramana (Bupati Kediri)
Selain itu, pemerintah daerah menjamin kepastian harga panen. Pemerintah memastikan Bulog akan menyerap jagung petani sesuai harga pembelian yang sudah ditetapkan.
"Pasca panen ini biasanya yang dikeluhkan petani adalah harga yang tidak menentu. Untuk komoditas jagung sudah ditetapkan Rp5.500 per kilogram diserap oleh Bulog,"
— Hanindhito Himawan Pramana (Bupati Kediri)
Data produksi dan produktivitas
Kabupaten Kediri saat ini memiliki sekitar 56.000 hektare lahan jagung. Total produksi tahunan mencapai sekitar 392.000 ton dengan rata-rata produktivitas sekitar 7 ton per hektare. Angka-angka ini jadi dasar penentuan kebutuhan benih dan dukungan teknis.
Suara petani dan praktik lokal
Dalam penyerahan, Bupati berdialog langsung dengan petani untuk mendengar kondisi lapangan. Seorang petani dari Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, menyampaikan praktik yang meningkatkan hasil panen di wilayahnya.
"Kita banyak menggunakan organiknya, karena di daerah kami selain bertani warga juga berternak,"
— Ahmad Rudianto, petani Desa Wonorejo
Menurut Ahmad, penggunaan pupuk organik dari limbah peternakan membantu mencapai hasil hingga 9 ton per hektare di lahan mereka.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Penyaluran benih dan rencana bantuan alsintan diharapkan menurunkan biaya produksi serta meningkatkan produktivitas jagung. Kepastian penyerapan oleh Bulog juga memberi jaminan pasar dan stabilitas harga. Pemerintah daerah menyebut akan memantau realisasi program dan efektivitas dukungan hingga panen berikutnya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Sidoarjo Tata Parkir CFD untuk Jamin Akses Jemaat Gereja
Pemkab Sidoarjo dan DPRD sepakati penataan parkir serta pengalihan rute saat CFD untuk jamin akses jemaat li...
Taruna Merah Putih Gelar Diskusi Bung Karno di Warkop Surabaya
Taruna Merah Putih gelar diskusi Bung Karno di Warkop Emak Surabaya, dimaksudkan mendekatkan pemikiran prokl...
Marhaenisme dan Pancasila Relevan Hadapi Neoliberalisme
Ony Setiawan menyebut Marhaenisme dan Pancasila relevan menghadapi ketergantungan ekonomi akibat neoliberali...
Pemkab Bangkalan Perkuat BPJS untuk Pekerja Rentan
Pemkab Bangkalan mendaftarkan 4.082 pekerja rentan ke BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran dari DBHCHT untuk me...
DPRD Minta Kajian Matang soal Mobil Dinas Listrik di Malang
Ketua DPRD Malang minta kajian finansial matang sebelum adopsi mobil dinas listrik agar tak membebani APBD d...
Erma Susanti Dorong Perluasan Asuransi Nelayan di Jatim
Erma Susanti mendorong perluasan asuransi nelayan Jawa Timur untuk perlindungan dan peningkatan kesejahteraa...