Politik

DPC PDI Perjuangan Kirim Dua Truk Air ke Warga Kekeringan Ngawi

Bagikan:
Dua truk tangki mengantar air bersih ke wilayah pelosok Dusun Gagan, Ngawi

Ngawi — Dua truk tangki membawa ribuan liter air bersih memasuki wilayah pelosok Kabupaten Ngawi, Rabu (26/8/2026). Distribusi ditujukan ke Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, dan Desa Suruh, Kecamatan Bringin, sebagai respons atas kemarau panjang yang membuat sumur warga mengering.

Penyaluran bantuan dan kebutuhan mendesak

Penyaluran dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Ketua DPC, Dwi Rianto Jatmiko, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama tim yang menjangkau titik-titik terdampak hingga ke wilayah terpencil.

Selain air dalam tangki, tim juga menyerahkan perlengkapan penampungan seperti tandon, jeriken, dan ember. Pendistribusian dirancang agar bantuan dapat dimanfaatkan secara hemat oleh warga.

"Merespons kondisi sebagian masyarakat Kabupaten Ngawi yang mengalami kesulitan air bersih, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi melaksanakan baksos penyaluran air bersih," kata Dwi Rianto Jatmiko.

Dampak kekeringan: data dan kondisi lapangan

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, kekeringan telah melanda 12 desa di lima kecamatan: Ngawi, Pitu, Kasreman, Bringin, dan Karangjati. Total terdampak tercatat 627 kepala keluarga atau 1.627 jiwa.

Warga di Dusun Gagan melaporkan sumur mereka mulai mengering sejak awal Juli. Kondisi memburuk pada Agustus sehingga banyak warga kini bergantung pada distribusi air bersih.

"Sumur kami sudah kering sejak bulan Juli. Memasuki bulan Agustus kami mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Sucipto, warga setempat.

Langkah pemerintah daerah jangka pendek dan jangka panjang

Pemkab Ngawi melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sebagai dasar penanganan jangka panjang. Pemetaan yang semula berbasis desa kini diturunkan ke tingkat dusun untuk mendapatkan data lebih rinci.

Dengan basis dusun, pemerintah berharap dapat melihat penurunan debit pada jaringan yang masih ada dan menentukan lokasi intervensi teknis untuk wilayah tanpa jaringan air bersih.

"Sebelumnya pemetaan berdasarkan desa, untuk basis data kini diturunkan berdasarkan wilayah dusun," jelas Dwi Rianto Jatmiko.

Intervensi yang disiapkan antara lain pemetaan potensi sumber air dan kemungkinan pembangunan sumur dalam di lokasi yang benar-benar kekurangan jaringan. Prioritas pemerintah adalah wilayah yang belum memiliki jaringan saluran air, termasuk Pamsimas atau jaringan lainnya.

Situasi warga dan harapan

Bagi banyak keluarga di Dusun Gagan, kekeringan adalah problem tahunan. Warga kerap menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencari sumber air ketika musim kemarau mencapai puncaknya.

"Mudah-mudahan pertengahan bulan September mendatang sudah ada hujan. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih," harap Dwi Rianto Jatmiko.

Untuk saat ini, distribusi air dan bantuan perlengkapan penampungan menjadi tumpuan sementara. Upaya pemetaan dan rencana pembangunan infrastruktur air diharapkan memberikan solusi jangka panjang bagi kecukupan air bersih di wilayah terdampak.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait