PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Air ke 5 Desa di Bojonegoro
BOJONEGORO — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menyalurkan bantuan air bersih ke lima desa terdampak kekeringan pada Rabu, 16 September 2026. Aksi itu dilakukan merespons keluhan warga yang sulit mendapat pasokan air selama musim kemarau panjang.
Distribusi mempersempit dampak kekurangan air di beberapa desa di kecamatan Sumberrejo dan Sukosewu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggap darurat sementara menunggu solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.
Penyaluran bantuan dan lokasi
Bantuan air disalurkan ke empat desa di Kecamatan Sumberrejo serta satu dusun di Kecamatan Sukosewu. Tim PDI Perjuangan mengirim pasokan langsung ke titik-titik pemukiman yang paling terdampak.
- Desa Margoagung (Kecamatan Sumberrejo)
- Desa Deru (Kecamatan Sumberrejo)
- Desa Tlogoaji (Kecamatan Sumberrejo)
- Desa Nganti (Kecamatan Sumberrejo)
- Dusun Sembungrejo, Desa Sumberjo Kidul (Kecamatan Sukosewu)
Penyaluran dilakukan secara gotong royong oleh DPC PDI Perjuangan bersama unsur legislatif daerah. Tim bergerak langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Keterangan pimpinan partai
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, Bambang Sutriyono, mengatakan bantuan itu merupakan respons atas laporan masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam penanganan bencana kekeringan.
"Bantuan air bersih hasil gotong royong dari DPC PDI Perjuangan dan jajaran legislatif. Kami bahu-membahu bergerak langsung di tengah krisis air bersih yang dialami warga,"
Bambang menambahkan bahwa penanganan tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah. Ia berjanji memantau kondisi lapangan dan mendorong solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.
Keluhan warga dan dampak di lapangan
Bantuan disambut lega oleh warga. Junarti, warga Dusun Sembungrejo, menggambarkan sulitnya mendapatkan sumber air selama musim kemarau.
"Kami sangat membutuhkan pasokan air bersih. Di sini sumber air sangat sulit, bahkan tanaman warga banyak yang mengering. Kami berharap bantuan ini bisa berlanjut,"
Tokoh masyarakat Sumberrejo, Muhadi, juga berharap distribusi dapat meringankan kebutuhan dasar warga sampai musim penghujan tiba. Ia menekankan perlunya penanganan berkelanjutan dari berbagai pihak.
"Air bersih adalah kebutuhan mutlak. Kami berharap ada penanganan lebih lanjut dan berkelanjutan agar krisis ini segera mendapatkan solusi permanen,"
Langkah ke depan
Selain penyaluran bantuan darurat, PDI Perjuangan menyatakan akan mendorong pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang. Opsi yang dibahas antara lain penguatan jaringan distribusi air, sumur bor, dan program konservasi sumber daya air.
Dengan kondisi musim kemarau yang diperkirakan berlanjut, keterlibatan pemerintah, partai politik, dan masyarakat menjadi kunci untuk meredam dampak kekeringan secara sistemik.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
KPU Pasuruan Kaji Penataan Dapil untuk Pemilu 2029
KPU Kabupaten Pasuruan mengkaji penataan dapil untuk Pemilu 2029 karena meningkatnya jumlah pemilih di beber...
IKS-PI Cup 3 Trenggalek: Pembinaan Pesilat Muda dan Cegah Tawuran
IKS-PI Cup 3 di Trenggalek (15/9/2026) menjadi arena pembinaan pesilat muda untuk meredam tawuran dan mendor...
Mulai 2027, Gaji P3K Ditanggung APBN dengan Alokasi Rp23 Triliun
Mulai 2027 gaji P3K ditanggung APBN dengan alokasi Rp23 triliun dalam RAPBN 2027 untuk menjamin kepastian pe...
Bupati Blitar Tegaskan Koordinasi dengan Umat Katolik
Bupati Rijanto terima audiensi Romo Djatmiko (15/9/2026) dan minta koordinasi berkelanjutan agar kegiatan um...
Surabaya Terapkan Bendera Hitam untuk PD Gagal Bina Kampung Pancasila
Wali Kota Surabaya beri sanksi bendera hitam bagi PD yang gagal membina Kampung Pancasila; bendera putih unt...
Amin Thohari Salurkan Bantuan Air di Kedungadem Bojonegoro
Amin Thohari salurkan bantuan air bersih di Kedungadem, Bojonegoro, sebagai respons krisis air akibat kemara...