KPU Pasuruan Kaji Penataan Dapil untuk Pemilu 2029
Kabupaten Pasuruan — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) untuk Pemilu 2029. Kajian dilakukan secara internal karena terjadi peningkatan jumlah pemilih di beberapa kecamatan, sehingga pola dapil saat ini berpotensi tidak lagi relevan.
Kajian internal KPU
Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, Ainul Yaqin, mengatakan perubahan dapil masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan. Perubahan dipertimbangkan akibat pertumbuhan pemilih di tiap kecamatan yang mengubah proporsi dapil sebelumnya.
Ainul menegaskan bahwa jika hasil kajian menunjukkan perlu ada perubahan, KPU akan menyampaikan dan mensosialisasikan rencana tersebut kepada partai politik peserta pemilu.
Kalau nanti memang terjadi perubahan, kami pasti akan mengundang parpol untuk sosialisasi
- Ainul Yaqin
Pandangan partai politik
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Arifin, menilai penataan dapil adalah hal lumrah dalam proses pemilu. Meski partainya saat ini fokus pada kerja-kerakyatan, Arifin menyampaikan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam penataan dapil.
Dampak fiskal dan operasional
Menurut Arifin, penataan dapil tidak hanya memperhitungkan pertambahan DPT dan jumlah penduduk. Aspek fiskal daerah juga menjadi pertimbangan penting karena berimplikasi pada anggaran penyelenggaraan pemilu.
- Penambahan dapil berpotensi menambah jumlah penyelenggara pemilu di tingkat bawah.
- Lonjakan kebutuhan anggaran terutama muncul pada biaya operasional dan kompensasi personel.
Dengan tambahan dapil otomatis ada penambahan penyelenggara, dan kita tahu hari ini terkait fiskal di APBD Kabupaten Pasuruan hari ini terkurangi. Ini juga harus menjadi pertimbangan
- Arifin
Jadi tidak serta-merta karena ada penambahan DPT kemudian ada penambahan, ada penataan dapil
- Arifin
Proses selanjutnya
Jika kajian internal KPU menunjukkan perlunya perubahan, langkah berikutnya adalah sosialisasi kepada partai politik dan pemangku kepentingan. Proses ini penting agar perubahan dapil dapat dipahami serta mendapat masukan dari berbagai pihak.
Penataan dapil harus menyeimbangkan kebutuhan representasi pemilih dan kemampuan fiskal daerah. Keputusan akhir akan dipengaruhi oleh data pemilih, pertimbangan administratif, serta kesiapan anggaran di APBD Kabupaten Pasuruan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...
PDI Perjuangan Jember Gunakan Nobar dan Buku untuk Pendidikan Politik
DPC PDI Perjuangan Jember menggabungkan nobar film dan pembagian buku untuk pendidikan politik yang merangku...