IKS-PI Cup 3 Trenggalek: Pembinaan Pesilat Muda dan Cegah Tawuran
TRENGGALEK — Kejuaraan IKS-PI Cup 3 yang digelar Selasa (15/9/2026) di Gedung Serbaguna Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, menjadi ruang pembinaan bagi ratusan pesilat muda sekaligus upaya meredam tawuran dan kenakalan remaja. Ketua KONI Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan kompetisi itu penting untuk menyalurkan energi anak muda dan membentuk mental juara.
Tujuan pembinaan: dari alternatif positif ke prestasi
Doding menyebut kegiatan ini bukan sekadar ajang bertanding. Menurutnya, IKS-PI Cup 3 memberi wadah bagi generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif dan memperoleh pengalaman bertanding yang sistematis.
Lebih jauh, ia berharap pembinaan memiliki target jangka panjang: melahirkan atlet yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Trenggalek di tingkat daerah, provinsi, dan nasional.
“Sebagai KONI kami mengapresiasi kejuaraan yang sudah kali ketiga digelar. Tentu ada harapan mulia. Tetapi muaranya tetap kembali ke prestasi di Trenggalek,” kata Doding saat membuka kejuaraan.
Kompetisi berkelanjutan dan peran pelatih
Doding menekankan pentingnya kontinuitas kompetisi dalam proses pembinaan. Turnamen rutin memberi kesempatan bagi pesilat muda untuk mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, dan menemukan potensi terbaiknya.
Selain atlet, Doding juga menyoroti peran pelatih. Pelatihan pelatih menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas olahraga karena kompetensi pelatih menentukan kualitas latihan dan perkembangan prestasi atlet.
“Bukan hanya atletnya yang dibina, tetapi juga pelatih juga harus dipoles. Dan ini tidak instan, butuh proses,” tegasnya.
MMA sebagai ruang pengembangan kemampuan
Selain pencak silat, Doding melihat munculnya cabang mixed martial arts (MMA) di Trenggalek sebagai peluang pengembangan bagi pesilat. MMA yang memadukan berbagai teknik memberi alternatif kompetisi dan arena pengembangan keterampilan bertarung.
“Dan MMA di Trenggalek sudah beberapa kali menggelar event. Pesilat-pesilat bisa mengembangkan diri melalui MMA,” jelasnya.
Prospek ke depan
IKS-PI Cup 3 diikuti ratusan pesilat dari beberapa kecamatan, menunjukkan antusiasme dan potensi talenta lokal. Doding berharap penyelenggaraan berikutnya lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta agar semakin banyak pemuda mendapat ruang berkembang.
Dengan pembinaan yang konsisten dan perhatian terhadap pelatih, Trenggalek diharapkan mampu menumbuhkan atlet-atlet yang berprestasi dan mereduksi praktik tawuran serta kenakalan remaja melalui kegiatan olahraga yang positif.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...
PDI Perjuangan Jember Gunakan Nobar dan Buku untuk Pendidikan Politik
DPC PDI Perjuangan Jember menggabungkan nobar film dan pembagian buku untuk pendidikan politik yang merangku...