Politik

Banteng Jatim Tertinggal 1-4, Peluang Lolos Soekarno Cup Masih Terbuka

Bagikan:
Banteng Jatim menghadapi Banteng Jawa Barat di pembuka Soekarno Cup 2026

Surabaya, 10 Agustus 2026 — Banteng Jatim kalah telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat pada laga pembuka Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora 10 Nopember. Kekalahan ini menempatkan tuan rumah dalam tekanan, namun Pengarah Panitia Soekarno Cup 2026, Deni Wicaksono, menegaskan peluang menuju fase berikutnya masih terbuka jika dua laga sisa dimaksimalkan.

Tekanan sebagai tuan rumah

Deni mengatakan tekanan besar menjadi faktor utama penampilan Banteng Jatim yang kurang lepas di pertandingan pembuka. Ia menyebut beban ekspektasi terhadap tim muda membuat mereka bermain tertekan sejak awal.

Memang ada tekanan yang luar biasa bagi kami dan anak-anak yang bermain tadi sebagai tuan rumah pembukaan. Itu mungkin beban yang berat bagi teman-teman sehingga mainnya kurang lepas.

Jalannya pertandingan

Banteng Jatim sempat memulai laga dengan baik dan mampu unggul lebih dulu di hadapan suporternya. Namun, keunggulan itu hanya bertahan singkat. Banteng Jawa Barat menyamakan kedudukan melalui M. Ramadan Maulana pada menit ke-18.

Permainan kemudian memanas setelah wasit mengeluarkan dua kartu merah, satu untuk masing-masing tim. Kedua tim melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, yang memengaruhi ritme dan strategi permainan.

Dampak kartu merah dan masalah mental

Pelatih Banteng Jatim, Hendra Setiawan, mengakui aspek mental menjadi pekerjaan rumah terbesar. Menurutnya, keluarnya satu pemain membuat para pemain muda kehilangan keseimbangan taktik dan emosi di lapangan.

Masalah mental sih, masalah mental yang belum siap untuk anak-anak. Setelah kartu merah tadi anak-anak langsung kacau.

Gangguan koordinasi dan tekanan membuat Banteng Jatim gagal menahan gempuran lawan. Hasil akhir 1-4 membuat posisi klasemen mereka menurun, tetapi tidak mengakhiri peluang di grup.

Peluang ke fase berikutnya dan target

Secara matematis, Deni menegaskan tim masih punya kesempatan melaju jika mampu meraih hasil maksimal di dua pertandingan tersisa. Pelatih Hendra pun menuntut respons cepat dari anak asuhnya.

Untuk pertandingan berikutnya enam poin sapu bersih.

Target ambisius itu menjadi fokus tim. Jika Banteng Jatim berhasil menang dua kali berikutnya, peluang lolos kembali terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan mengambil poin akan membuat jalan menuju fase knock-out semakin sulit.

Kesimpulannya, kekalahan pembuka memang menambah tekanan, tetapi pintu ke babak berikutnya belum tertutup. Dua laga selanjutnya menjadi penentu nasib Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026; tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait