Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pesisir Kota Langsa
Langsa — Ratusan rumah di permukiman pesisir Kota Langsa, termasuk Gampong Kuala Langsa dan Gampong Sungai Pauh, kembali tergenang banjir rob pada Minggu (17/5). Peristiwa ini terjadi sejak sekitar pukul 11.00 WIB akibat kombinasi pasang besar dan cuaca ekstrem yang mendorong gelombang laut naik ke daratan.
Kronologi dan dampak
Genangan air laut setinggi 30–60 cm merendam badan jalan dan pekarangan rumah. Banjir rob mengganggu aktivitas sehari-hari dan perekonomian warga, serta menenggelamkan sejumlah tambak di pesisir.
Jalan utama menuju Kuala Langsa dan akses dalam kawasan pemukiman pesisir tergenang, sehingga kendaraan roda dua sulit melintas. Banyak keluarga mengangkat perabotan ke tempat yang lebih tinggi untuk mengurangi kerusakan.
Respons dan pemantauan BPBD
Pemerintah kota melalui petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa meninjau langsung lokasi terdampak. BPBD juga menerjunkan personel untuk monitoring dan memerintahkan siaga penuh jika evakuasi diperlukan.
Pengamatan situasi dilakukan melalui kunjungan ke titik rawan, komunikasi grup WhatsApp, dan radio HT untuk koordinasi cepat antarpetugas.
Keterangan pejabat dan imbauan
"Setiap pasang purnama dan ditambah dengan hujan, air laut pasti masuk sampai ke dapur hingga ruang tamu rumah warga. Kami mengimbau warga untuk waspada dan mengamankan barang berharga,"
kata Geuchik Kuala Langsa, Elisuddin.
"Hingga saat ini debit air pasang terpantau masih meningkat. Hari ini adalah puncak pasang besar. Untuk informasi dan laporan darurat, warga dapat menghubungi BPBD Kota Langsa di nomor (0641) 20113,"
imbuh Pj Kalaksa BPBD Kota Langsa.
Peringatan BMKG dan konteks cuaca
BPBD mengingatkan warga agar selalu waspada. Sebelumnya BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang gangguan atmosfer di Samudra Hindia Utara berupa badai monsun yang melintas wilayah Myanmar dan Thailand, yang berpotensi memperburuk kondisi gelombang di perairan utara Sumatra.
Akses dan prospek ke depan
Akibat banjir rob, akses menuju Pelabuhan Kuala Langsa tidak dapat dilalui secara normal. Warga setempat melaporkan kondisi pasang hari itu mencapai puncaknya.
BPBD menyatakan akan melanjutkan pemantauan serta bersiaga bila diperlukan evakuasi massal. Warga diminta mengamankan barang berharga dan melaporkan kebutuhan mendesak ke BPBD.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Asahan Hadiri Pembukaan PRSU ke-50 di Medan
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menghadiri pembukaan PRSU ke-50 di Medan pada 3 Juli 2026; acara dibuka W...
Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Ditemukan Tewas
Remaja 15 tahun yang tenggelam di Sungai Ular ditemukan tewas setelah tiga hari pencarian; jasad ditemukan d...
Nenek 72 Tahun Ditemukan Meninggal di Parit Perkebunan Simalungun
Hermin Lasih Silalahi (72) ditemukan meninggal di Parit Gajah PTPN IV Marihat pada 4 Juli 2026 setelah dilap...
Sidang INALUM: Penjualan Aluminium Alloy Diduga Wanprestasi
Dalam sidang Medan, PT INALUM menyatakan penjualan Aluminium Alloy ke PT PASU lebih tepat sebagai wanprestas...
Kebakaran Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur, Api Sulit Dipadamkan
Sumur minyak tradisional di Lhok Leumak, Aceh Timur meledak dan terbakar Minggu; Damkar dan polisi dikerahka...
Situs Legenda Eluh Bru Tinambunen di Ulumerah Terancam Kering
Situs legenda Eluh Bru Tinambunen di Ulumerah dilaporkan kering dan tak terawat; warga serta pemerintah dido...