Banjir Madina Rendam Pagaran Tonga dan Gunung Manaon
Mandailing Natal (Madina) — Banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Panyabungan sejak Kamis malam (29/10) dan hingga Jumat (30/10) dua desa, Pagaran Tonga dan Gunung Manaon, masih tergenang. BPBD Madina menyebut penyebab utama adalah meluapnya Sungai Aek Ranto Puran dan kerusakan tanggul.
Kondisi lapangan dan desa terdampak
Kepala BPBD Madina, Mukhsin Nasution, mengatakan beberapa sungai mengalami kenaikan debit. Hanya Sungai Ranto Puran yang meluap hingga menenggelamkan permukiman.
"Beberapa sungai yang mengalami kenaikan debit air di antaranya Aek Mata, Aek Kitang, Batang Gadis, dan Batang Natal. Namun, yang sampai meluap ke permukiman warga sejauh ini adalah Sungai Ranto Puran,"
Daerah yang terdampak meliputi beberapa desa di Kecamatan Panyabungan:
- Sopobatu
- Gunung Tua Julu
- Gunung Tua Jae
- Gunung Tua Tonga
- Lumban Pasir
- Manyabar
- Manyabar Jae
- Pagaran Tonga
- Gunung Saba Jambu
- Gunung Manaon
Penyebab banjir dan upaya awal
BPBD menjelaskan ada dua penyebab utama. Pertama, jebolnya tanggul di Sungai Ranto Puran yang mengalirkan air langsung ke permukiman. Kedua, sumbatan material kayu pada kolong jembatan Aek Kitang yang memicu luapan di beberapa desa.
Pada Kamis malam, warga bersama personel BPBD bergotong royong membersihkan kayu penyumbat hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Pembersihan itu membuat genangan di Desa Manyabar dan Manyabar Jae mulai surut.
Dampak evakuasi dan jumlah pengungsi
BPBD mencatat dampak paling parah terjadi di Desa Gunung Manaon. Dari 287 kepala keluarga (KK), sekitar 90 persen diperkirakan mengungsi. Di Desa Pagaran Tonga, sekitar 50 persen dari 200 KK memilih mengungsi sementara.
Tindakan pemerintah daerah dan imbauan
Bupati Saipullah Nasution yang turun kelapangan Jumat (30/10) menyebut Pemkab telah menerjunkan dua alat berat dan satu truk pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan.
"Kami berharap hari ini bisa diselesaikan supaya nanti malam kalau hujan turun lebih deras itu sudah bisa teratasi,"
Truk damkar juga digunakan untuk membersihkan fasilitas umum seperti masjid agar segera dipakai kembali. Pemerintah daerah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk terdampak.
Bupati mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk waspada selama musim hujan dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai.
Prognosis: Perbaikan tanggul dan pembersihan material kayu menjadi kunci meredakan banjir. Pemantauan intensif akan dilanjutkan jika hujan masih turun dalam beberapa hari ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Taput Dorong Ulos Jadi Produk Unggulan lewat Festival Ulos 2026
Festival Ulos dan Fashion 2026 di Tarutung bertujuan menjadikan ulos sebagai produk unggulan ekonomi kreatif...
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi LPK Seikou Dukung Poliran
Kapolres Pematangsiantar kunjungi LPK Seikou mendukung program Poliran, fokus pada pelatihan bahasa Jepang d...
HKG PKK Sergai ke-54: Perkuat 10 Program Pokok untuk Keluarga
Bupati Sergai buka HKG PKK ke-54, mendorong penguatan 10 Program Pokok PKK untuk pemberdayaan keluarga dan s...
Medan Terapkan QRESTO untuk Optimalkan Pajak Daerah
Pemko Medan luncurkan QRESTO untuk split payment pajak real time, meningkatkan transparansi dan potensi PAD...
Penundaan Eksekusi Lahan 32 Ha Al Washliyah di Helvetia
Eksekusi lahan 32 ha milik PB Al Washliyah di Helvetia ditunda untuk jaga keamanan; kuasa hukum sebut status...
Mahasiswa USU Dorong Digitalisasi UMKM lewat Proyek TEKAD
Mahasiswa USU bersama SMKS Muhammadiyah 8 dan UMKM menggelar proyek TEKAD (26/10) untuk kembangkan identitas...