Bahlil Kawal Kerja Sama Energi RI-Rusia agar Beri Manfaat Nyata
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia untuk memastikan kerja sama energi Indonesia-Rusia menghasilkan manfaat nyata, berupa investasi, transfer teknologi, dan peningkatan ketahanan energi nasional.
Mandat kunjungan dan fokus sektor energi
Bahlil hadir dalam kunjungan Presiden ke Federasi Rusia saat Eastern Economic Forum ke-11. Ia membawa mandat jelas dari Presiden: menjadikan agenda energi sebagai kerja sama konkret yang memberi nilai tambah bagi nasional.
Keberadaan Bahlil bertujuan menerjemahkan pembicaraan tingkat kepala negara menjadi program sektoral, proyek, dan investasi yang dapat segera dilaksanakan.
Prioritas kerja sama: migas, infrastruktur, dan teknologi
Pembahasan diarahkan pada beberapa prioritas. Pertama, peningkatan produktivitas eksplorasi dan produksi minyak serta gas. Kedua, pembangunan infrastruktur energi untuk menjamin pasokan. Ketiga, pengembangan teknologi energi masa depan.
Presiden Prabowo menekankan agar hubungan kedua negara melampaui perdagangan barang dan melihat peluang komplementer antara kapasitas teknologi Rusia dan pasar besar Indonesia.
Bekerja sama dengan Rusia di sektor energi harus meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas, ujar Presiden Prabowo Subianto.
Tindak lanjut yang diharapkan
Bahlil menegaskan kerja sama tidak boleh berhenti pada komitmen politik semata. Semua kesepakatan harus memiliki rencana tindak lanjut yang terukur dan dapat diawasi.
Arahan Bapak Presiden sangat jelas, kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional. Baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan, kata Bahlil di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, langkah konkret harus menghadirkan investasi, transfer teknologi, serta manfaat langsung bagi industri dan masyarakat Indonesia.
Ruang pengembangan: energi terbarukan dan tenaga nuklir
Selain migas, Indonesia membuka peluang kerja sama untuk energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, dan pengembangan tenaga nuklir untuk tujuan damai.
Kami mencari pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai. Termasuk teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional, ujar Presiden Prabowo.
Dampak dan prospek ke depan
Pengawalan Kementerian ESDM diharapkan mempercepat terjemahan komitmen bilateral menjadi program nyata, mendukung ketahanan pasokan, menaikkan produksi energi domestik, dan memperkuat kemandirian teknologi energi nasional.
Langkah selanjutnya meliputi penjajakan proyek investasi, perjanjian transfer teknologi, serta pemantauan implementasi agar manfaat benar-benar dirasakan publik dan industri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kakorlantas Minta Jajaran Siapkan Zero ODOL 2027
Kakorlantas Irjen Pol. Wibowo minta jajaran siapkan sarana, jalur, pemetaan, dan koordinasi lintas sektor un...
Manggala Agni Padamkan Karhutla Kalbar Lebih dari Dua Bulan
Manggala Agni berjibaku memadamkan karhutla di Kalbar lebih dari dua bulan sejak Juli 2026, menghadapi tanta...
Sejumlah Dapur MBG Diselidiki, BGN Janji Benahi Tata Kelola
BGN serahkan temuan dugaan keracunan MBG ke polisi dan janji perbaiki tata kelola setelah beberapa dapur dis...
Partai Berkarya Audiensi ke KPU, Fokus Gaet Gen Z
Partai Berkarya audiensi dengan KPU 4 Sept 2026 membahas pendaftaran, konsolidasi, dan strategi merebut perh...
4 September: Hari Pelanggan, Janmashtami, Umhlanga, dan Solidaritas Jilbab
Beberapa peringatan penting jatuh pada 4 September, termasuk Hari Pelanggan Nasional, Janmashtami, Umhlanga,...
PKP Dorong Terobosan Hukum Percepat Pemanfaatan Lahan Negara
PKP mendorong terobosan hukum untuk percepat pemanfaatan lahan negara bagi hunian MBR, termasuk 2.000 rusun...