Sejumlah Dapur MBG Diselidiki, BGN Janji Benahi Tata Kelola
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan pihaknya telah menyerahkan temuan dugaan keracunan terkait program MBG kepada aparat penegak hukum. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers, Jumat, 4 September 2026, setelah sejumlah titik dapur yang diduga menyebabkan gangguan kesehatan mulai diselidiki.
Penyelidikan oleh Kepolisian
Menurut Sudaryono, penyelidikan diarahkan pada SPPG yang diduga menjadi pemicu kasus keracunan. Ia menegaskan aspek pidana akan ditentukan berdasarkan hasil proses hukum yang berjalan.
"Jadi gini, pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,"
Status Laporan dan Penyidikan
BGN menerima laporan bahwa beberapa dapur yang terkait telah menjalani pemeriksaan. Beberapa kasus, katanya, bahkan sudah dinaikkan ke tahap penyidikan oleh pihak berwenang.
"Sejauh ini laporan yang kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan. Adapun keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan,"
Temuan Sebagian Besar Karena Pelanggaran SOP
Dalam penjelasannya, Sudaryono menyebut jika kasus-kasus yang ditemukan jika diurai menunjukkan mayoritas disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional standar. Ia memperkirakan angka tersebut mencapai persentase tinggi.
"Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown, itu 80-90% tuh karena tidak taat SOP,"
Wilayah Terdampak dan Imbasnya
Beberapa daerah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat dugaan keracunan terkait MBG. Sudaryono menyebut wilayah yang sempat diberitakan antara lain Sidoarjo, Agam, Lasem, dan Rembang.
- Sidoarjo
- Agam
- Lasem
- Rembang
Perbaikan Tata Kelola BGN
BGN mengakui adanya kebutuhan untuk memperbaiki manajemen internal dan tata kelola yang diwarisi dari kepemimpinan sebelumnya. Sudaryono mengaku terpukul oleh temuan kasus dan menegaskan komitmen perbaikan menyeluruh.
"Beberapa hari terakhir ini kemudian tersebar berita adanya keracunan di Sidoarjo, di Agam, kemudiaan di Lasem, Rembang. Ini tentu saja kami sangat, sangat terpukul sebetulnya, insyallah ini kami, kita perbaiki semua tata kelolanya,"
BGN menyatakan akan fokus pada penataan ulang mekanisme operasi dapur, pengawasan kepatuhan SOP, dan koordinasi lebih erat dengan aparat penegak hukum untuk memastikan tanggung jawab hukum dan perbaikan layanan gizi publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...