Bupati Aceh Tenggara Diangkat Jadi Ayah Generasi Berencana
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr H Wihaji S.Ag M.Pd, mengukuhkan Bupati Aceh Tenggara HM. Salim Fakhry MM sebagai Ayah Generasi Berencana pada Rabu, 3 Juni, di Stadion Pemuda Gampang Jaya, Babussalam, Aceh Tenggara. Pengukuhan berlangsung dalam acara "Temu Kader Tim Pendamping Keluarga dan Upaya Percepatan Penurunan Stunting" dengan tujuan mendorong teladan dalam program keluarga berencana dan penurunan stunting pada usia 1000 hari.
Pengukuhan Ayah dan Bunda Genre
Pada kesempatan itu, Dr H Wihaji juga menetapkan Hj. Nurjanah, istri Bupati, sebagai Bunda Generasi Berencana. Pengukuhan dilakukan secara simbolis di hadapan ribuan peserta Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Acara menegaskan peran kepala daerah dan tokoh keluarga dalam menjadi contoh dalam penyuluhan dan implementasi kebijakan keluarga berencana di tingkat kabupaten.
Peserta dan Tokoh yang Hadir
Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur legislatif. Hadir antara lain:
- Wakil Ketua DPRA Aceh, H. Ali Basrah MM
- Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr. Denny Febrian Roza S.STP M.Si
- Segenap Kepala OPD Aceh Tenggara dan beberapa Kepala OPD Aceh terkait
- Ribuan anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) setempat
Hadirnya unsur pemerintah daerah dan ratusan kader di lapangan menandai komitmen bersama untuk mempercepat upaya pencegahan stunting.
Integrasi Program KB dan Makan Bergizi
Dr H Wihaji menegaskan pentingnya sinkronisasi program keluarga berencana dengan program pemberian makanan bergizi. Ia menyatakan bahwa intervensi gizi pada masa kehamilan dan masa awal kehidupan balita perlu mendapat perhatian utama.
"Program penyuluhan keluarga berencana akan diselaraskan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini sudah menjadi program prioritas pemerintah pusat," cetusnya.
"Kebutuhan usapan makanan bergizi terhadap ibu hamil dan ibu menyusui serta balita dibawah usia 1000 hari, menjadi tanggungjawab pemerintah melalui program MBG yang sudah menjadi program prioritas," tambahnya.
Penekanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan upaya terpadu antara kebijakan keluarga berencana dan intervensi gizi untuk menurunkan angka stunting.
Dampak Kegiatan di Lapangan
Pelaksanaan temu kader dan pengukuhan berlangsung meriah namun membuat akses di jalan utama sekitar lokasi sedikit padat. Kegiatan ini juga menjadi momen koordinasi antara pemerintah kabupaten dan kader lapangan dalam menyusun langkah-langkah program kedepan.
Ke depan, penguatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga dan konsistensi program MBG dinilai penting untuk memastikan intervensi gizi dan pendidikan keluarga berencana mencapai sasaran anak usia 1000 hari guna menurunkan angka stunting di Aceh Tenggara.
Berita Terkait
Banda Aceh Dukung Sosialisasi P3SPS Aceh demi Ruang Digital Sehat
Pemko Banda Aceh mendukung sosialisasi P3SPS Aceh untuk memperluas pengawasan penyiaran termasuk konten inte...
Polsek Gunung Malela Tangkap Pelaku Pencurian di Rumah Dinas Guru
Polsek Gunung Malela menangkap MI (30) terkait pencurian di rumah dinas guru SD di Simalungun. Penangkapan b...
Bupati Hadiri Peluncuran Buku 'Polda Aceh Meutuah' di Banda Aceh
Bupati Aceh Besar hadir pada peluncuran buku 'Polda Aceh Meutuah' di Banda Aceh; buku merekam visi Kapolda t...
Polresta Deliserdang Tangkap 277 Pelaku Narkoba dalam 5 Bulan
Polresta Deliserdang menangkap 277 pelaku narkoba dari 230 kasus Jan–Mei 2026, dengan barang bukti sabu 90,8...
Polres Humbahas Ungkap 5 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Ditangkap
Polres Humbahas ungkap 5 kasus narkoba selama Operasi Antik Toba (13 Mei–2 Juni 2026), menangkap 9 tersangka...
Kejari Medan Dakwa 3 WNA Sri Lanka dalam Kasus Penyelundupan ke Reunion
Kejari Medan mendakwa tiga WNA Sri Lanka atas dugaan penyelundupan manusia ke Pulau Reunion; sidang dilanjut...