Assyabaab U-13 Dilepas ke Jember untuk Kompetisi Zona Jatim
SUMENEP — Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona Jawa Timur yang berlangsung pada 2 hingga 13 September 2026. Pelepasan skuad berlangsung di halaman Rumah Dinas Bupati Sumenep pada Jumat (4/9/2026). Tim berangkat terdiri dari 19 pemain dan enam official.
Pelepasan dan jadwal pertandingan
Pelepasan dilakukan secara resmi oleh pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan usia dini. Rangkaian kompetisi di Jember menjadi ajang bagi para pemain untuk mengukur kemampuan menghadapi tim-tim dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Tim dijadwalkan mengikuti pertandingan selama 2–13 September 2026 dengan harapan setiap laga memberi pengalaman berharga bagi pemain muda.
Dukungan dan kesiapan tim
Dukungan terhadap keberangkatan Assyabaab U-13 datang dari beberapa pihak. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Askab PSSI Sumenep, serta sponsor dan donatur memberikan dukungan finansial dan logistik untuk keberangkatan tim.
- Pemerintah Kabupaten Sumenep
- Askab PSSI Sumenep
- Sponsor dan donatur lokal
Official tim memastikan persiapan telah dilakukan secara matang. Latihan, taktik, dan pendampingan mental menjadi fokus dalam beberapa pekan terakhir sebelum berangkat.
Pesan pembinaan dari Bupati
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menekankan pentingnya proses pembelajaran bagi pemain usia dini. Ia meminta anak-anak bermain dengan semangat dan sportivitas sambil membawa nama baik Sumenep.
"Saya berharap anak-anak bermain penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan membawa nama baik Sumenep. Jangan takut menghadapi siapa pun," ujar Fauzi.
Fauzi juga mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak semata dari hasil pertandingan. Menurutnya, pembentukan mental, karakter, disiplin, dan keberanian jauh lebih penting untuk masa depan sepak bola daerah.
Manajer: pengalaman lebih berharga dari sekadar kemenangan
Manajer dan official Assyabaab, Eko Kurnia Mediantoro, mengatakan tim datang ke Jember dengan persiapan yang matang. Ia menegaskan para pemain siap menampilkan kemampuan terbaik di setiap pertandingan.
"Kami datang ke Jember dengan persiapan matang. Anak-anak siap memberikan kemampuan terbaik untuk membawa nama Sumenep di level Jawa Timur," ujar Eko.
Eko menambahkan bahwa kompetisi ini adalah kesempatan untuk mengevaluasi perkembangan individu dan kolektif. Setiap laga diharapkan menjadi bahan pembelajaran agar pemain berani, percaya diri, dan mampu menunjukkan karakter di bawah tekanan.
Persaingan di tingkat provinsi dipandang sebagai tahap penting dalam proses pembinaan. Dengan dukungan berbagai pihak dan persiapan yang terstruktur, pihak klub berharap para pemain dapat tumbuh melalui pengalaman kompetitif ini.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Pembahasan RAPBD Jember 2027 Molor, DPRD Minta Eksekutif Segera
Pembahasan RAPBD Jember 2027 belum dimulai hingga 19 Oktober 2026; DPRD minta Pemkab segera membuka pembahas...
Festival Anak Sholeh 2026 Banyuwangi: 665 Pelajar Ikuti Lomba Islami
Pemkab Banyuwangi gelar Festival Anak Sholeh 2026 di CFD A. Yani; 665 pelajar TK–SMP ikuti lomba bernuansa i...
DPRD Jember: Perda Belum Cukup, Butuh Anggaran dan Perbup untuk Gumuk
DPRD Jember minta aturan teknis dan anggaran agar Perda lingkungan benar-benar melindungi gumuk, bukan hanya...
PDI Perjuangan Magetan Lantik 1.645 Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Magetan melantik 1.645 pengurus ranting di 235 desa/kelurahan dan menargetkan rampung Nov...
Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Usulkan Pendidikan Gratis
Bupati Malang menargetkan Zero ATS 2027 dengan menggratiskan Kejar Paket A–C dan mengusulkan kenaikan insent...
PDI Perjuangan: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim minta Raperda Transportasi Terintegrasi fokus pada aksesibilitas, layanan,...