Habib Aboe: ASEAN Perlu Kerangka Peringatan Dini Digital
Anggota BKSAP DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mendorong AIPA memimpin pembentukan kerangka peringatan dini digital untuk menjaga perdamaian kawasan ASEAN. Pernyataan itu disampaikan pada The 17th Meeting of the AIPA Caucus di Jakarta, 23 Juli 2026, sebagai respons terhadap ancaman non-tradisional yang makin kompleks.
AIPA dan perubahan ancaman kawasan
Habib Aboe menegaskan ancaman kawasan tidak lagi hanya soal konflik bersenjata atau sengketa teritorial. Ia menjelaskan perkembangan teknologi membawa tantangan baru yang melintasi batas negara.
"AIPA memiliki tanggung jawab untuk mengelola perdamaian yang inklusif. Tantangan yang kita hadapi saat ini telah berubah,"
Menurutnya, ancaman kini meliputi perang siber, disinformasi berbasis kecerdasan buatan, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial yang dapat menyulut ketegangan antarnegara.
Usulan kerangka peringatan dini digital
Untuk merespons ancaman tersebut, Habib Aboe mengusulkan pembentukan ASEAN Digital Early Warning and Peacekeeping Framework. Kerangka ini dirancang sebagai instrumen legislatif regional untuk deteksi dan mitigasi ancaman digital.
"Sudah saatnya AIPA memelopori pembentukan ASEAN Digital Early Warning and Peacekeeping Framework. Melalui kerangka legislatif regional tersebut, negara-negara ASEAN dapat membangun sistem deteksi dini,"
Kerangka itu diharapkan melengkapi mekanisme penyelesaian sengketa yang selama ini bersifat normatif, sehingga negara-negara anggota bisa bertindak lebih cepat sebelum konflik meluas.
Jenis risiko digital yang perlu dideteksi
Habib Aboe merinci sejumlah risiko yang perlu dimonitor bersama. Upaya deteksi dini ditujukan untuk menghentikan eskalasi sejak tahap awal.
- Penyebaran propaganda dan hoaks
- Manipulasi opini publik melalui kecerdasan buatan
- Ujaran kebencian yang memicu polarisasi sosial
- Serangan siber terhadap infrastruktur kritis
Peran diplomasi parlementer
Ia menilai AIPA memiliki posisi unik untuk memperkuat kerja sama antarparlemen dan harmonisasi kebijakan nasional. Diplomasi parlementer dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan mekanisme berbagi informasi.
"Kita tidak boleh menunggu konflik benar-benar terjadi baru kemudian bertindak. Parlemen ASEAN harus mampu membangun instrumen hukum dan mekanisme kerja sama,"
Lebih lanjut, Habib Aboe menekankan perlunya peningkatan kapasitas kelembagaan dan pertukaran informasi antarnegara agar respons kolektif menjadi efektif.
Dialog regional dalam AIPA Caucus
Pada pertemuan tersebut, delegasi parlemen ASEAN membahas tata kelola perdamaian, stabilitas regional, serta kerja sama menghadapi tantangan geopolitik dan transformasi digital. Diskusi menekankan kolaborasi antarparlemen sebagai fondasi respon terhadap ancaman modern.
Dengan inisiatif kerangka peringatan dini digital, AIPA diharapkan dapat mendorong langkah pencegahan yang terkoordinasi dan memperkuat perdamaian berkelanjutan di kawasan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Presiden Prabowo Hadiri Harlah PKB ke-28 di JCC
Presiden Prabowo dipastikan hadir pada Harlah PKB ke-28 di JCC, 23 Juli 2026, dengan tema Arah Baru Amanat E...
Universitas Republik Indonesia: Penjelasan Wamenhan Donny
Presiden Prabowo membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) untuk mendidik calon pemimpin nasional lewat...
Pemerintah Targetkan 25 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi September
Pemerintah menargetkan 25.000 Kopdes Merah Putih beroperasi pada September 2026, dengan penyerahan pengelola...
Menbud Percepat Restorasi Candi Prambanan dengan AI
Menbud Fadli Zon target percepat restorasi Candi Prambanan pakai pemindaian dan AI; revitalisasi Candi Sewu...
Perpres Ojol Rampung Pekan Depan, Pemerintah Kejar Kepastian Hukum
Pemerintah dan DPR menargetkan Perpres ojol rampung pekan depan untuk memberi kepastian hukum bagi pengemudi...
Menkomdigi Soroti Ancaman Konten Negatif di Hari Anak Nasional
Menkomdigi Meutya Hafid peringatkan ancaman konten negatif bagi anak saat Hari Anak Nasional; pembatasan aks...