Arah IHSG Hari Ini: Berisiko Lanjutkan Pelemahan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini setelah kemarin ditutup turun 1,53% ke level 6.267,88. Pelemahan rupiah ke Rp17.861 per dolar AS menambah tekanan pasar seiring penguatan dolar di kawasan Asia.
Teknikal: Support yang Diuji
Analis Pasar Modal Tim Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG akan menguji area support di rentang 6.180-6.200 pada Rabu, 12 Agustus 2026. Evaluasi ini didasari oleh tekanan jual yang masih terlihat setelah penutupan sesi sebelumnya.
Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diprakirakan akan menguji level support di rentang 6.180-6.200
Sentimen Domestik: Penjualan Ritel dan Penopang Sektor Otomotif
Data penjualan ritel Indonesia menunjukkan kontraksi tahunan 3,0% pada Juni 2026, sedikit membaik dibandingkan penurunan 3,9% pada Mei. Secara bulanan, penjualan ritel tercatat naik 0,7%, kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir menurut data Bank Indonesia.
Penurunan yang mulai melambat mencerminkan dampak awal dari langkah stimulus pemerintah. Stimulus yang bertujuan mendorong daya beli masyarakat dari kenaikan tekanan biaya
Tim analis menyebut kelompok menengah atas masih menopang konsumsi domestik. Indikatornya terlihat dari lonjakan penjualan mobil 33,3% secara tahunan menjadi 81.115 unit pada Juli 2026—level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kenaikan ini juga didorong oleh penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Peningkatan laju penjualan ini juga dikontribusikan oleh adanya penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026
Akibatnya, penjualan mobil pada periode Januari–Juli 2026 tumbuh 18,3% secara tahunan dengan total sekitar 437.500 unit.
Dampak Eksternal: Geopolitik, Minyak, dan Data Inflasi AS
Pasar global masih dipengaruhi oleh ketidakpastian situasi di Timur Tengah. Prospek perdamaian belum menampakkan kemajuan sehingga harga minyak mentah kembali naik akibat ketegangan geopolitik.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi AS hari ini sebagai indikator kebijakan moneter the Fed. Hasil data tersebut berpotensi mempengaruhi sentimen risiko dan aliran modal ke pasar negara berkembang termasuk Indonesia.
Aliran Modal: Net Sell Investor Asing
Pada sesi Selasa, investor asing mencatatkan net sell bersih di Bursa Efek Indonesia sebesar sekitar Rp279,58 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- TPIA
- BMRI
- DSSA
- ASII
- BBRI
Outlook dan Fokus Pengawasan
Risiko pelemahan IHSG hari ini datang dari kombinasi tekanan eksternal dan data domestik yang belum kuat. Pelaku pasar akan memantau rilis data inflasi AS, pergerakan harga minyak, serta laporan ekonomi dalam negeri yang dapat mengubah sentimen cepat.
Investor disarankan memperhatikan level support 6.180–6.200 dan likuiditas saham unggulan jika tekanan jual berlanjut.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...