PDI Perjuangan: APBD Bojonegoro 2027 Harus Dongkrak Kesejahteraan
Bojonegoro, 21 Oktober 2026 — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro menekankan bahwa APBD Tahun Anggaran 2027 harus menjadi instrumen nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang membahas Pandangan Umum Fraksi atas Nota Penjelasan Bupati terkait Raperda APBD 2027.
Fungsi APBD harus lebih dari sekadar dokumen
Fraksi menilai APBD tidak boleh hanya menjadi dokumen perencanaan keuangan daerah. APBD harus difokuskan sebagai alat pembangunan yang memberi manfaat langsung kepada warga. Pertumbuhan ekonomi yang diincar harus disertai pemerataan dan peningkatan pendapatan keluarga.
Prioritas: pemerataan, lapangan kerja, dan kesejahteraan
Dalam pandangan umumnya, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan semata. Hasil pembangunan harus tampak dalam peningkatan kualitas hidup dan luasnya peluang ekonomi bagi warga di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.
“APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2027 harus memacu pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat Bojonegoro. Pertumbuhan harus disertai pemerataan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan agar kemajuan ekonomi ini benar-benar bermakna bagi kehidupan masyarakat Bojonegoro,” demikian penegasan Fraksi PDI Perjuangan dalam pandangan umumnya.
Perencanaan anggaran berbasis aspirasi warga
Fraksi juga mengingatkan bahwa setiap rupiah dari APBD adalah amanah publik. Oleh karena itu, alokasi anggaran harus berlandaskan kebutuhan riil dan aspirasi prioritas masyarakat. Aspirasi itu dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan reses anggota DPRD.
Perencanaan yang berpihak pada rakyat akan membantu memastikan dana publik menuju program yang tepat sasaran. Hal ini termasuk penguatan sektor yang menyerap tenaga kerja dan program pemberdayaan ekonomi lokal.
Implikasi kebijakan dan harapan ke depan
Dengan perencanaan yang lebih partisipatif dan fokus pada pemerataan, Fraksi PDI Perjuangan berharap APBD 2027 menjadi penggerak utama pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Tekanan ini memberi sinyal kepada eksekutif agar menyusun rencana anggaran yang konkret dan dapat diukur dampaknya.
Proses pembahasan Raperda APBD 2027 akan berlanjut ke tahap tanggapan eksekutif dan pembahasan komisi-komisi DPRD. Perhatian utama tetap pada bagaimana anggaran diterjemahkan menjadi program yang langsung dirasakan masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Reses Madiun: Warga Mendesak PJU, Perbaikan Jalan dan BKK Desa
Ketua DPRD Madiun Fery Sudarsono menampung aspirasi soal minim PJU, kondisi jalan, irigasi, dan kebutuhan BK...
DPRD Jember Kawal SK Kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur
Komisi B DPRD Jember minta buka data e-RDKK dan kawal penerbitan SK bupati untuk selesaikan polemik kepengur...
Banyuwangi Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi lewat Masjid Affiliate
Pemkab Banyuwangi gelar pelatihan Masjid Affiliate (21/10/2026) untuk menjadikan masjid pusat pemberdayaan e...
Bupati Lukman: Hari Santri Bangkalan 2026 untuk Perkuat Peran Santri
Bupati Lukman minta HSN 2026 di Bangkalan jadi momentum memperkuat peran santri lewat ilmu, akhlak, dan inov...
16 UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Usaha Gratis
16 pelaku UMKM Fatayat NU Gresik menerima rombong usaha gratis pada 22 Oktober 2026, disertai akses KUR dan...
Pemkab Banyuwangi Wajibkan ASN Berpakaian Santri, Kegiatan 19-24 Oktober
Pemkab Banyuwangi mewajibkan ASN berpakaian ala santri pada 19–24 Oktober 2026, disertai rangkaian kegiatan...