Komisi IX: Rapat Anggaran BGN 2027 Digelar Tertutup
Komisi IX DPR menjelaskan alasan rapat pembahasan rancangan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) 2027 digelar tertutup pada Senin, 15 Juni 2026. Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, menyatakan langkah itu dilakukan untuk menghindari mispersepsi publik karena angka yang dibahas masih berupa pagu indikatif dan belum final.
Alasan rapat diselenggarakan tertutup
Menurut Charles, pagu indikatif yang menjadi bahan bahasan bukan anggaran yang pasti akan digunakan BGN. Dokumen itu disusun oleh pimpinan BGN sebelumnya sehingga berisiko menimbulkan salah pengertian bila dipublikasikan sebelum diperbaiki.
"Yang akan ditampilkan bukanlah anggaran yang akurat,"
"Saya harus kasih disclaimer anggaran ini bukan anggaran yang akan disetujui. Ini juga bukan anggaran yang akan digunakan karena disusun oleh pimpinan BGN yang lama."
Pagu indikatif: Rp270 triliun dan potensi perubahan
Komisi IX mencatat pagu indikatif yang disampaikan BGN untuk 2027 sebesar Rp270 triliun. Namun, Charles menegaskan angka tersebut masih berpotensi mengalami penyesuaian karena pimpinan baru BGN berencana menyusun ulang program dan sasaran penerima manfaat.
Rencana efisiensi BGN
BGN disebut akan melakukan efisiensi signifikan, baik pada alokasi anggaran maupun jumlah penerima manfaat program. Besaran pengurangan anggaran belum bisa dipastikan karena proses perhitungan masih berjalan.
"Teman-teman BGN memastikan pada 2027 anggarannya pasti akan berkurang jauh,"
"Berapa jumlahnya kami juga belum tahu, dan mereka juga belum bisa memastikan karena proses menghitung masih dilakukan."
Proses pembahasan dan tindak lanjut
Komisi IX tetap melanjutkan rapat karena siklus pembahasan anggaran sedang berjalan dan tidak memungkinkan ditunda. DPR meminta BGN mempercepat penyusunan ulang rencana program agar angka anggaran akhir dapat disesuaikan dengan kebutuhan 2027.
Selain soal anggaran, rapat juga menyinggung nasib Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut akan ditangguhkan sementara sebagai bagian dari penataan program.
Sebagai langkah selanjutnya, Komisi IX meminta BGN segera menyelesaikan penyesuaian program dan menyampaikan angka yang sudah final kepada DPR agar pembahasan anggaran dapat berlanjut secara terbuka dan akurat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
CRESTA: Hunian Tepi Danau dengan Cicilan Mulai Rp3 Juta-an
Damai Putra Group luncurkan CRESTA, hunian tepi danau di Kota Harapan Indah dengan cicilan mulai Rp3 juta-an...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Jadi Rp2,675 Juta/gram
Harga emas Antam naik Rp11.000 per gram pada 15 Agustus 2026, menjadi Rp2.675.000/gram; berikut daftar harga...
OJK Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Kurangi Pengawasan
OJK menegaskan demutualisasi BEI tidak mengurangi kewenangan pengawasan dan RPOJK ditargetkan efektif kuarta...
OJK: Demutualisasi BEI Perkuat Daya Saing Pasar Modal
OJK menyatakan demutualisasi BEI memperkuat kelembagaan, efisiensi operasional, dan akses permodalan tanpa m...
Danantara Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal SDA Strategis
Danantara menegaskan DSI tak dibentuk sebagai eksportir tunggal; fungsi utama DSI adalah integrasi data eksp...
Danantara Pangkas 290 Perusahaan BUMN, Target 300 Akhir 2026
Danantara telah menutup sekitar 290 dari 1.074 perusahaan BUMN melalui merger, likuidasi, dan konsolidasi; t...