Janda 70 Tahun Minta DPRD Bantu Pulangkan Dua Anaknya dari Kamboja
Kotapinang, Labusel — Seorang janda berusia 70 tahun, Hj. Nurkhawa, mendatangi Gedung DPRD Labusel pada Selasa (30/6). Ia menemui Ketua DPRD Ari Winatha untuk memohon bantuan memulangkan dua putranya, Fadli (24) dan Bakhtiar (23), yang dikabarkan ditawan di Kamboja dan diminta tebusan.
Kronologi penangkapan dan permintaan tebusan
Nurkhawa mengatakan informasi penangkapan itu diterima sekitar sebulan lalu melalui telepon dari kedua anaknya. Menurut penjelasan mereka, Fadli dan Bakhtiar sudah bekerja di Kamboja selama hampir satu tahun namun tidak pernah menerima gaji.
Kedua pemuda tersebut mengaku ditangkap saat razia dan pihak yang menahan mereka meminta uang tebusan. Jumlah yang disebutkan adalah Rp18 juta per orang supaya keduanya dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia.
“Mereka sudah lebih kurang setahun bekerja di Kamboja. Selama bekerja tidak pernah menerima gaji. Tiba-tiba mereka ditangkap dan pelakunya minta uang Rp18 juta per orang,”
Situasi keluarga dan upaya awal
Nurkhawa mengaku tidak memiliki dana sebesar itu. Ia selama ini menumpang hidup pada salah seorang anaknya yang lain. Karena keterbatasan ekonomi, ia berharap bantuan dari pemerintah dan aparat terkait untuk memulangkan kedua putranya.
“Saya sangat berharap kedua anak saya dapat dipulangkan. Saya sangat rindu,”
Pendampingan dan permohonan ke pemerintah
Bayu Y. Sebayang, pendamping Nurkhawa, menyatakan pihaknya telah mencari informasi dan meminta bantuan ke berbagai pihak untuk mengupayakan pemulangan. Hingga saat ini belum jelas apakah yang menahan kedua anak tersebut merupakan lembaga setempat atau kelompok lain.
“Kami berharap, Presiden RI Prabowo Subianto dan pemerintah daerah dapat membantu memulangkan kedua anak Hj. Nurkhawa,”
Respon DPRD
Ketua DPRD Labusel, Ari Winatha, menerima Nurkhawa di gedung dewan namun belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan bantuan itu. Proses verifikasi dan komunikasi dengan pihak terkait masih diperlukan untuk langkah selanjutnya.
Kasus ini menyorot kerentanan pekerja migran yang berangkat tanpa perlindungan memadai dan risiko pemerasan di luar negeri. Keluarga berharap dukungan cepat dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memastikan keselamatan dan kepulangan kedua pemuda tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...