Wagub Aceh Usulkan Alat Berat Pinjam Pakai untuk Antisipasi Banjir
Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengusulkan penyediaan alat berat dengan skema pinjam pakai untuk kabupaten/kota rawan banjir. Usulan disampaikan dalam rapat tindak lanjut penanganan daerah aliran sungai yang digelar secara virtual pada Jumat (2/10) dari Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh. Tujuannya mempercepat pengerukan, normalisasi sungai, dan respons darurat agar kerusakan infrastruktur dapat diminimalkan.
Rapat koordinasi dan agenda pembahasan
Rapat dipimpin Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir. Hadir kementerian dan lembaga terkait, kepala daerah, serta unsur penanganan bencana dari wilayah terdampak. Pembahasan fokus pada langkah antisipasi bencana susulan, penguatan sistem peringatan dini, dan percepatan pemulihan infrastruktur.
- Langkah antisipasi bencana susulan
- Penguatan sistem peringatan dini
- Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur
Usulan alat berat pinjam pakai
Wagub menyatakan ketersediaan alat berat di daerah sangat penting untuk respons cepat saat banjir. Ia menilai kepala daerah lebih memahami kondisi dan kebutuhan wilayahnya. Oleh sebab itu, ia mengusulkan standar minimal alat yang disediakan.
"Kami mengusulkan solusi agar kabupaten/kota yang rawan banjir ini diberikan alat berat, minimal empat ekskavator dengan sistem pinjam pakai. Dengan begitu, ketika terjadi banjir, pemerintah daerah bisa langsung bergerak karena kepala daerah lebih mengetahui kondisi dan kebutuhan wilayahnya."
Fadhlullah juga menekankan bahwa operasional alat dapat didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) agar respons lapangan tidak tertunda oleh kendala anggaran.
Alasan dan dampak kondisi sungai
Wagub menjelaskan beberapa sungai di Aceh mengalami pendangkalan dan perubahan alur saat banjir. Kondisi ini berdampak langsung pada infrastruktur yang baru pulih pascabencana. Ia menyoroti dua jembatan yang sempat dibangun kembali oleh TNI, namun kembali rusak akibat banjir baru-baru ini.
Penyesuaian mekanisme AMDAL untuk darurat
Selain usulan alat, Wagub meminta penyesuaian mekanisme pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam situasi darurat. Ia berharap prosedur darurat dapat disederhanakan agar penanganan tidak terhambat oleh proses yang memakan waktu.
"Untuk kondisi darurat, kami berharap ada mekanisme yang dapat mempermudah pekerjaan di lapangan, misalnya melalui surat kepala posko atau kepala satgas dengan diketahui kementerian dan dinas terkait. Yang penting, penanganan bisa segera dilakukan."
Tanggapan Satgas dan tindak lanjut
Kepala Posko Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyatakan masukan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut. Satgas meminta pemerintah kabupaten/kota melengkapi pendataan agar penanganan berjalan efisien dan tepat sasaran.
Usulan ini akan menjadi bagian dari koordinasi pusat-daerah untuk mempercepat respons bencana dan memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan banjir.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ratusan Dusun di Sumut Belum Dialiri Listrik, Perizinan Jadi Hambatan
Meski RE Sumut 99,86%, ratusan dusun belum dapat listrik karena perizinan kawasan hutan, lahan, dan akses ja...
Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Aspirasi Hasil Reses DPRD
Pemprov Sumut menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi hasil reses DPRD dengan mengurutkan usulan berdasarka...
Sopir Didakwa Jual Nomor Togel Sidney, Singapura, Hong Kong di Medan
Seorang sopir di Medan didakwa menjual nomor togel Sidney, Singapura, dan Hong Kong sejak Nov 2025; ia mener...
Wali Kota Medan Dukung Program Jaksa Sahabat Pendidik
Wali Kota Medan Rico Waas mendukung program Jaksa Sahabat Pendidik saat penandatanganan MOU 33 kabupaten/kot...
Kejati Sumut Luncurkan Jaksa Sahabat Pendidik untuk Cegah Korupsi Sekolah
Kejati Sumut meluncurkan Jaksa Sahabat Pendidik di Medan untuk mencegah korupsi proyek sekolah, namun soal b...
Kajati Sumut Tegaskan: Jangan Intervensi Kepala Sekolah
Kajati Sumut Muhibuddin menegaskan kepala daerah tak boleh mengintervensi kepala sekolah, saat peluncuran ho...