Nasional

Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsoran Jalan di NTT

Bagikan:
Alat berat membersihkan material longsoran di jalan nasional NTT pascagempa

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan alat berat untuk membersihkan longsoran yang menutup sejumlah ruas jalan nasional di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa. Langkah ini dilakukan sejak Sabtu, 15 Agustus 2026 untuk menjaga konektivitas masyarakat dan mendukung mobilitas penanganan bencana di wilayah terdampak.

Instruksi kementerian dan kesiapsiagaan

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan duka cita dan meminta jajaran meningkatkan kesiapsiagaan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah serta kesiapan personel dan peralatan.

"Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan."

Instruksi tersebut ditindaklanjuti melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN NTT), yang menjalankan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur secara bertahap sambil mempertimbangkan potensi gempa susulan.

Ruas jalan yang terdampak

Pemantauan awal menemukan sejumlah longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional di beberapa ruas. Tim melaporkan titik-titik terdampak yang perlu penanganan segera.

  • Malwatar - Batas Kota Ruteng
  • Ruteng - Km 210
  • Ruteng - Reo - Kedindi
  • Km 210 - Batas Kabupaten Manggarai
  • Gako - Aigela - Batas Kota Ende
  • Danga - Maropokot
  • Kota Ende - Wolowaru
  • Wolowaru - Maumere

Alat berat yang dikerahkan

Untuk mempercepat pembersihan material longsoran, Kementerian PU menempatkan sejumlah mesin di titik-titik strategis. Penempatan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan tingkat kerusakan.

  • PPK 3.3: 1 unit loader
  • PPK 3.4: 1 unit excavator
  • PPK 4.1: 2 unit loader
  • Ende: 1 unit excavator siaga

Pengoperasian alat berat dilakukan sambil menilai keselamatan tim di lapangan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap jembatan dan ruas jalan akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman.

Prioritas keselamatan dan langkah selanjutnya

Kepala BPJN NTT, Janto, menyatakan pembersihan material longsoran menjadi prioritas tim. Penilaian kerusakan lebih detail akan diperbarui setelah asesmen lapangan memungkinkan, mengingat potensi gempa susulan masih ada.

Penanganan dilakukan secara bertahap untuk memastikan fungsi jalan nasional pulih dan mendukung akses masyarakat serta proses pemulihan di wilayah NTT. Upaya ini juga bertujuan memperlancar distribusi bantuan dan mobilitas tim penanggulangan bencana.

Ke depan, Kementerian PU akan terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengalokasikan sumber daya sesuai kebutuhan pemulihan infrastruktur.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait