ADHI Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum Perkuat Konstruksi Berkelanjutan
PT ADHI Karya menggelar seminar bertajuk "Lestarikan Alam Indonesia, Wariskan Hijau untuk Masa Depan" pada Kamis, 4 Juni 2026 di ADHI Tower, Jakarta. Acara ini menjadi momen untuk memperkuat komitmen konstruksi berkelanjutan dan dekarbonisasi sektor konstruksi, melibatkan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum serta jajaran manajemen dan praktisi QHSE ADHI.
Agenda seminar dan peserta
Seminar diselenggarakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Narasumber utama hadir antara lain Yan Arianto, Direktur Operasi II ADHI, dan Disaintina Ari Susanti, Direktur Keselamatan dan Keberlanjutan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum. Hadir pula Forum QHSE BUMN, manajemen proyek, serta praktisi Quality, Health, Safety, and Environment dari berbagai unit ADHI.
Penekanan pada dekarbonisasi
Disaintina Ari Susanti menekankan bahwa kebijakan dekarbonisasi harus menjadi bagian integral dari setiap tahap proyek. Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut harus meliputi perencanaan, pelaksanaan, operasional, hingga akhir masa layanan infrastruktur untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Langkah praktis untuk menurunkan emisi
Dalam paparan peserta seminar, beberapa langkah teknis diidentifikasi sebagai kunci penurunan emisi sektor konstruksi. Fokusnya antara lain pada pemanfaatan sumber energi terbarukan, efisiensi energi, dan penggunaan material yang lebih ramah lingkungan.
- Pemanfaatan energi terbarukan pada fasilitas operasional dan proyek
- Penerapan efisiensi energi di seluruh siklus hidup bangunan
- Penggunaan material berkelanjutan dan daur ulang
- Penerapan prinsip circular economy dan lean construction
Strategi ADHI: keberlanjutan sebagai fondasi bisnis
Yan Arianto menyatakan bahwa keberlanjutan bukan sekadar isu lingkungan, melainkan dasar untuk kinerja bisnis yang sehat dan kompetitif. ADHI mengusung konsep sustainable profits dan memperkuat praktik operasional berbasis ESG dengan fokus pada efisiensi, disiplin kerja, dan pengurangan dampak lingkungan.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan
ADHI menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mewujudkan target dekarbonisasi. Perusahaan mengajak seluruh insan, mitra kerja, dan regulator untuk aktif berperan dalam transformasi sektor konstruksi menuju masa depan yang lebih hijau.
Dengan rangkaian langkah teknis dan pendekatan kebijakan yang ditekankan dalam seminar, ADHI berupaya menerjemahkan komitmen keberlanjutan menjadi praktik di lapangan yang konkret dan terukur.
Berita Terkait
JAM Coin Diluncurkan, Targetkan Ekonomi Desa dan Aset Digital
JAM Coin diluncurkan 10 Juni 2026 di Serang; token ini dirancang sebagai alat transaksi dan mendukung pember...
Syngenta Luncurkan MIRAVIS Duo untuk Perkuat Karawang sebagai Lumbung Padi
Syngenta meluncurkan MIRAVIS Duo di Karawang (9 Juni 2026) untuk lindungi padi, tingkatkan produktivitas, da...
Rupiah Kembali Menguat, Bertahan di Bawah Rp18.000
Rupiah menguat pada pembukaan 12 Juni 2026, bertahan di bawah Rp18.000 per dolar AS didorong ekspektasi dama...
IHSG Dibuka 5.960,41 Menguat 1,26% pada 12 Juni 2026
IHSG dibuka menguat 1,26% ke 5.960,41 pada 12 Juni 2026; analis melihat peluang rebound teknikal meski ada s...
BI Cermati Fluktuasi Rupiah Usai Kenaikan BI Rate
BI pantau fluktuasi rupiah dan jalankan intervensi offshore serta domestik setelah kenaikan BI Rate untuk ta...
IHSG Diprediksi Rebound Akhir Pekan, Sentimen Minyak dan Ritel Jadi Kunci
IHSG diperkirakan rebound akhir pekan ini setelah turun ke 5.886; aliran modal asing, harga minyak, dan data...