KP3 Aceh Selatan Mulai Sosialisasi Pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan
TAPAKTUAN — Gerakan pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) memasuki fase konsolidasi baru. Pengukuhan kepengurusan Komite Panitia Persiapan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 ABAS) Kabupaten Aceh Selatan dilakukan akhir pekan lalu. Kepengurusan itu dipimpin Adi Darmawan, S.Sos., yang menegaskan akan langsung turun ke tingkat gampong dan kecamatan untuk sosialisasi.
Pengukuhan dan konsolidasi
Pengukuhan Adi Darmawan berlangsung bersamaan dengan Konsolidasi Akbar dan Deklarasi Bersama di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat pada Sabtu (24/10). Kegiatan dihadiri sekitar 500 peserta dari enam kabupaten, yaitu Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Simeulue. Sejumlah perwakilan dari Banda Aceh dan Jakarta juga hadir.
Konsolidasi dipimpin Ketua Umum KP3 ABAS Pusat, H. Kamaruddin, S.E., bersama Ketua Dewan Pengarah Teuku Sukandi, Sekretaris Umum Drs. Meurah Ali, serta Ketua Tim Lobi Pusat H. Ramli MS yang membacakan naskah deklarasi. Para tokoh masyarakat, ulama, pemuda, dan perempuan mengikuti pembacaan deklarasi yang menegaskan kembali aspirasi pembentukan provinsi baru itu.
Sosialisasi ke gampong sebagai langkah awal
Adi Darmawan menegaskan, fokus awal kepengurusan bukan sekadar memperkuat struktur organisasi. Mereka akan menyasar masyarakat langsung untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan dasar hukum pemekaran.
"Kami akan turun ke gampong-gampong dan kecamatan. Masyarakat harus mengetahui secara utuh apa tujuan perjuangan Provinsi ABAS, mengapa pemekaran ini diperjuangkan, dan bagaimana dampaknya terhadap pembangunan serta pelayanan publik,"
Adi juga menepis anggapan bahwa gerakan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap Pemerintah Aceh. Menurutnya, upaya pemekaran bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan dan memperpendek rentang kendali pemerintahan di wilayah barat selatan.
Data dukungan dan tujuan pemekaran
KP3 ABAS menyatakan sekitar 120 ribu warga dari enam kabupaten telah menyampaikan dukungan terhadap pembentukan provinsi baru. Meski begitu, realisasi pemekaran tetap membutuhkan proses politik, administratif, dan hukum sebelum menjadi daerah otonomi baru.
Dalam deklarasi terbaru, KP3 ABAS merumuskan empat tujuan utama pemekaran:
- Mempercepat pemerataan pembangunan
- Meningkatkan pelayanan publik
- Mengoptimalkan sumber daya alam dan kearifan lokal
- Memperpendek rentang kendali pemerintahan
Langkah ke depan dan kendala
Adi menyatakan akan membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten, DPRK, tokoh adat, ulama, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat. Tujuannya membuka ruang dialog tentang manfaat dan tantangan jika Provinsi ABAS terbentuk.
Proses pembentukan provinsi baru harus memenuhi seluruh persyaratan daerah otonomi baru dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat, termasuk kajian administratif dan legislasi. Meski gagasan pemekaran ini telah bergulir sejak 2003, tantangan prosedural dan politik tetap menentukan waktu realisasinya.
Pengukuhan KP3 ABAS Aceh Selatan kini menandai fase baru perjuangan yang akan diuji lewat sosialisasi publik dan proses hukum yang berlangsung ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Medan BERTUAH: Akademisi Puji Program Panca Budaya Wali Kota
Akademisi Roy Fachraby puji langkah Wali Kota Rico Waas mewujudkan Panca Budaya dan Medan BERTUAH, termasuk...
Wali Kota: Pesparani Sumut III Perkuat Kerukunan di Pematangsiantar
Wali Kota Wesly Silalahi dukung penuh Pesparani Katolik Sumut III di Pematangsiantar, yang digelar 23-25 Okt...
SOMB-II Sergai 2026: 750 Peserta Berlaga, Pemkab Dorong Kreativitas
Pemkab Sergai buka SOMB-II 24–25 Okt 2026 di Perbaungan; 750 peserta ikut serta sebagai wadah pembentukan ka...
Warga Binaan Lapas Kutacane Meninggal Usai Dirawat
Seorang warga binaan Lapas Kutacane, identified as Ishak alias Ical, meninggal setelah dirawat; ia sempat di...
Kebakaran 7 Rumah di Permata Punie, Aceh Besar
Tujuh rumah di Perumahan Permata Punie, Aceh Besar terbakar dinihari 25 Okt 2026; tiga rusak berat, empat ru...
Tujuh Rumah di Perumahan Permata Punie Terbakar di Aceh Besar
Tujuh rumah di Perumahan Permata Punie, Aceh Besar, terbakar dini hari 25 Okt 2026; tiga rusak berat, pemada...