240 Pelajar Ikut Abhipraya Open Chess Tournament 2026 di Magetan
Ajang berburu pengalaman dan jam terbang bagi 240 atlet catur tingkat pelajar ini digelar berbarengan dengan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan.
MAGETAN — Sebanyak 240 atlet catur tingkat pelajar tampil dalam Abhipraya Open Chess Tournament 2026 Piala Kepala Cabang Dinas Pendidikan. Kejuaraan digelar di SMKN 1 Bendo, Kabupaten Magetan, sebagai bagian memeriahkan Hari Jadi ke-351 Kabupaten Magetan dan HUT ke-25 SMKN 1 Bendo.
Format kompetisi dan kategori peserta
Panitia membagi turnamen menjadi tiga kategori untuk menampung berbagai jenjang usia. Pembagian itu menurut Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Magetan, Rita Haryati, bertujuan memberikan lawan sepadan bagi peserta.
- SD/MI kelas rendah
- SD/MI kelas atas
- Kelompok gabungan SMP/SMA/MA/SMK
Tujuan: pembinaan, jam terbang, dan karakter
Rita Haryati menegaskan bahwa turnamen bukan sekadar mencari pemenang. Agenda ini dimaksudkan untuk menambah jam terbang bertanding bagi atlet catur usia dini dan memperkuat pembinaan jangka panjang.
"Olahraga asah otak ini dinilai efektif membentuk watak disiplin, bijak, dan sportif pada diri siswa," kata Rita di Magetan.
Rita yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan mendorong perluasan pembinaan catur usia dini agar lahir prestasi di tingkat lebih tinggi. Ia mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas dan integritas saat bertanding.
"Selamat bertanding, jaga sportivitas dan disiplin. Jangan hanya mencari juara, tetapi jadilah juara yang membanggakan Kabupaten Magetan," ujar Rita.
Dukungan orang tua dan dampak pada ketergantungan gawai
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Ponorogo Maskun mengimbau orang tua untuk aktif mendukung minat anak yang berbakat di catur. Ia menilai catur merupakan alternatif aktivitas positif yang mampu mengalihkan perhatian dari ketergantungan gadget.
"Dari ajang Abhipraya 2026 ini, kami berharap lahir pecatur-pecatur berbakat asal Magetan yang siap mengukir prestasi, tidak hanya di kancah regional, tetapi juga hingga tingkat nasional dan internasional," tutur Maskun.
Kelanjutan dan prospek
Penyelenggara berharap kegiatan serupa berkelanjutan sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet jangka panjang. Jika rutin digelar, turnamen dapat menjadi pijakan bagi bibit catur Magetan mencapai level nasional.
Ke depan, penguatan pelatih, peningkatan frekuensi kompetisi, dan dukungan orang tua menjadi kunci untuk menumbuhkan prestasi. Program ini juga diharapkan membantu membentuk karakter disiplin dan sportif generasi muda di Kabupaten Magetan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Target Bursa Karbon Komunitas untuk Mangrove CMC Tiga Warna
Andreas Eddy menargetkan CMC Tiga Warna terdaftar di bursa karbon komunitas untuk memberi nilai ekonomi lang...
Warga Durenan Minta Perbaikan Irigasi dan Antisipasi Banjir
Warga Durenan menuntut perbaikan irigasi, antisipasi banjir, dan dukungan teknologi pertanian dalam agenda J...
PDIP Jatim Ajak Gen Z Kuasai Media Sosial Lawan Disinformasi
DPD PDIP Jatim membekali 106 kader Gen Z di Surabaya (17/10/2026) dengan literasi digital, AI, dan keberania...
Gen Z Ikuti Sekolah Partai PDIP Jatim: Pengalaman Pertama dan Pemanfaatan AI
Tiga kader Gen Z mengikuti Sekolah Partai PDIP Jatim di Surabaya (17/10/2026) dan menyatakan materi, suasana...
PDI Perjuangan Jatim Kembangkan AI untuk Pendidikan Politik Nasional
DPD PDI Perjuangan Jatim kembangkan materi pendidikan politik berbasis AI; DPP setuju menjadikannya contoh n...
Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi: Ratusan Peserta Siap Menuju POPDA
Turnamen Catur Piala DRJ di Rumah Dinas Wabup Ngawi diikuti ratusan peserta dan menjadi pemanasan seleksi me...