Nasional

Kemenbud Siapkan Prangko untuk 400 Tahun Syekh Yusuf

Bagikan:
Rencana prangko peringatan Syekh Yusuf dan Museum Syekh Yusuf di Cape Town

Kementerian Kebudayaan menyiapkan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari dengan serangkaian program pelestarian budaya, termasuk peluncuran prangko edisi khusus pada Oktober 2026. Inisiatif ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperkenalkan kembali perjuangan Syekh Yusuf di dalam dan luar negeri.

Peluncuran prangko dan kerja sama antarkementerian

Rencana peluncuran prangko merupakan agenda utama rangkaian peringatan. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dan difasilitasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital. Tujuan utama adalah memperkenalkan kembali jasa perjuangan Syekh Yusuf kepada publik nasional maupun internasional.

Kami berencana meluncurkan prangko peringatan 400 tahun Syekh Yusuf pada Oktober mendatang. Peluncuran ini melalui kerja sama bersama Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kegiatan kebudayaan di Banten dan Sulawesi Selatan

Peringatan akan diisi berbagai kegiatan kebudayaan yang digelar di Banten dan Sulawesi Selatan. Kedua daerah itu dipilih karena keterkaitan historis dengan perjalanan hidup Syekh Yusuf sebelum pengasingan oleh VOC.

Kegiatan ini ditujukan untuk menampilkan kembali peran Syekh Yusuf sebagai ulama dan pemimpin perjuangan yang menentang kolonialisme Belanda.

Museum dan Rumah Budaya di Cape Town

Salah satu program strategis adalah pembangunan Rumah Budaya Indonesia sekaligus Museum Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Lokasi museum direncanakan berada di sekitar makam Syekh Yusuf dan akan berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah serta penguatan hubungan budaya kedua negara.

Museum tersebut juga akan menjadi tempat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi komunitas keturunan Indonesia di Afrika Selatan. Pemerintah berharap keberadaan pusat budaya ini menjaga identitas budaya lintas generasi sekaligus mempererat hubungan sejarah.

Warisan pemikiran dan penerbitan karya

Warisan pemikiran Syekh Yusuf ditandai oleh puluhan karya tasawuf. Pemerintah berencana membukukan karya-karya tersebut sebagai bagian dari program peringatan.

Karya-karya sufi ya yang sekarang rencananya sedang kita bukukan, ada 23 karya sufi dari Syekh Yusuf ini.

Tujuan diplomasi budaya dan dampak

Program peringatan diharapkan memperluas pengenalan tokoh bangsa yang berpengaruh hingga tingkat internasional. Selain memperkuat pemahaman sejarah, pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk menguatkan diplomasi budaya melalui pelestarian sejarah dan warisan intelektual para pahlawan nasional.

Peringatan 400 tahun Syekh Yusuf memadukan publikasi, pameran, pendidikan, dan kerja sama internasional untuk menjaga ingatan kolektif sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait