Nasional

BGN Tegaskan Zero Tolerance Keracunan dan Korupsi di MBG

Bagikan:
Kepala BGN Sudaryono menegaskan kebijakan nol toleransi pada Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap insiden keamanan pangan dan praktik korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu 2 Agustus 2026, sebagai respons atas temuan penyimpangan dalam pengelolaan layanan dapur program.

Penegasan kebijakan dan kewajiban SPPG

Sudaryono menuntut kepatuhan ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menekankan bahwa pengelolaan dapur dan penerapan prosedur higiene menjadi kunci menjamin keamanan makanan bagi penerima manfaat MBG.

Menurut Sudaryono, kepala SPPG memegang peran sentral sebagai pemimpin lapangan yang bertanggung jawab memastikan semua prosedur dijalankan disiplin. Kepatuhan ini bertujuan untuk mencegah kejadian keracunan dan penyimpangan lain yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Tindakan tegas terhadap pelanggaran

Ia memberi peringatan tegas kepada petugas yang mengabaikan protokol kebersihan. Sudaryono menyebut praktik tidak jujur atau penyelewengan dana tidak dapat ditolerir.

"Saya sebagai Kepala BGN yang baru ini, memastikan zero tolerance terhadap keracunan, tindak pidana korupsi. Dan hanky-panky (tindakan menyimpang dan tidak jujur), titip-menitip duit, itu enggak boleh lagi,"

Contoh pelanggaran operasional yang disebutkan meliputi beberapa perilaku berikut:

  • tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan,
  • tidak menggunakan sarung tangan,
  • tidak mengenakan masker saat menyiapkan makanan.

"Kalau misalnya ada di antara pegawai di dapur itu barangkali mungkin susah dikasih tahu untuk cuci tangan-lah, atau memakai SOP harus pakai sarung tangan, pakai masker, ya harus dikeluarkan, harus tegas ini!"

Implementasi dan peran kepemimpinan

Sudaryono menegaskan bahwa penerapan disiplin dan sistem pengelolaan dapur wajib diikuti untuk mencegah pengulangan insiden. Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan tegas di tiap SPPG agar staf yang "ngeyel" tidak mengganggu kualitas layanan.

Dengan menitikberatkan pada SOP dan pengawasan ketat, BGN bertujuan memperkuat kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis serta memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait