Nasional

Dua Program Kemendikdasmen Raih Penghargaan WSIS Prizes 2026

Bagikan:
Penghargaan WSIS Prizes 2026 untuk program digitalisasi pendidikan Indonesia

Jakarta — Dua program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, terpilih sebagai Champion Project pada ajang WSIS Prizes 2026. Pengumuman ini memperkuat posisi Indonesia dalam upaya transformasi digital pendidikan, Jumat, 12 Juni 2026.

Penghargaan dan proses seleksi

WSIS Prizes diselenggarakan oleh International Telecommunication Union. Ajang ini mengapresiasi inovasi digital yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dari 1.596 proyek terdaftar, hanya 360 nominasi terbaik yang mewakili 18 kategori. Pada tahap pemungutan suara daring, panitia mencatat sekitar 2,2 juta suara publik yang menentukan posisi akhir nominasi.

  • Jumlah proyek terdaftar: 1.596
  • Nominasi terbaik: 360
  • Kategori: 18
  • Suara publik: ~2,2 juta

Profil singkat kedua program

Rumah Pendidikan dikembangkan sebagai superaplikasi yang mengintegrasikan layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital nasional. Platform ini dirancang untuk mempermudah akses layanan bagi peserta didik, guru, dan masyarakat.

Anugerah Bug Bounty adalah program keamanan siber berbasis pelaporan kerentanan yang melibatkan partisipasi publik. Program ini mendorong warga untuk ikut menjaga keamanan ekosistem digital pendidikan.

Dampak pada digitalisasi pembelajaran

Kedua program masuk dalam inisiatif Digitalisasi Pembelajaran yang termasuk Program Hasil Terbaik Cepat Presiden. Tujuannya adalah menciptakan ruang belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan merata.

Program ini juga menjadi respons terhadap tantangan seperti rendahnya literasi digital dan dampak learning loss pascapandemi. Penghargaan internasional dianggap menjadi pengakuan atas efektivitas solusi tersebut.

Pernyataan pejabat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen nasional untuk pemerataan akses belajar.

"Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia bukan sekadar agenda teknologi. Setiap murid berhak memperoleh pendidikan berkualitas tanpa dibatasi kondisi geografis dan sosial."

Tahap selanjutnya

Meskipun berstatus Champion Project, penilaian WSIS Prizes 2026 masih berlanjut. Para finalis akan bersaing untuk gelar pemenang utama yang dijadwalkan diumumkan pada Juli mendatang.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan arahan kebijakan nasional, termasuk Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang mendorong revitalisasi satuan pendidikan dan penerapan digitalisasi pembelajaran secara menyeluruh.

Implikasi: Penghargaan internasional diharapkan mempercepat adopsi solusi digital di sekolah dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, guru, siswa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kualitas layanan pendidikan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait