Widhi Dorong KPI Perkuat Karakter Bangsa lewat Penyiaran
Anggota KPI Pusat periode 2026-2029, Widhi Kurniawan, menekankan pentingnya penguatan karakter bangsa melalui konten siaran. Pernyataan itu disampaikan usai pengukuhan sembilan anggota KPI Pusat di Gedung Komdigi, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. Widhi meminta industri penyiaran mengintegrasikan identitas dan keberagaman Indonesia dalam setiap program.
Penguatan karakter lewat konten siaran
Widhi mengatakan perubahan cepat industri penyiaran harus diimbangi dengan upaya membangun karakter nasional. Menurutnya, simbol dan nilai kebangsaan bisa hadir secara alami dalam konten sehingga mendorong semangat kolektif.
"Tapi yang penting kalau dalam benak kami adalah karakter. Kita harus mampu membangun karakter,"
Ia memberi contoh penggunaan simbol nasional dalam film asing yang dapat membangun nasionalisme. "Kenapa sih nggak semua di konten kita itu ada bendera merah putihnya misalnya. Karakter bangsa Indonesia akan muncul kuat di situ," ujar Widhi.
Keberagaman isi siaran sebagai fondasi
Selain karakter, Widhi menilai keberagaman format dan tema program penting untuk mencerminkan masyarakat majemuk. Ia berharap siaran tidak didominasi satu format sehingga ruang bagi kandungan budaya tetap luas.
"Terus keberagaman konten, ini penting. Jadi konten nggak semuanya variety show, nggak semuanya dialog,"
Tantangan new media dan peran KPI
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut menekankan bahwa keberagaman isi siaran harus mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Meutya mengingatkan bahwa kualitas penyiaran berkaitan langsung dengan pembentukan karakter dan perilaku bangsa.
"Menjaga kualitas penyiaran menjadi amat penting dalam kerangka membangun karakter dan perilaku bangsa. Keberagaman isi siaran harus menjadi fondasi,"
Meutya juga menggarisbawahi kompleksitas tantangan akibat perubahan pola akses informasi melalui new media. Ia meminta KPI makin aktif menjauhkan disinformasi, manipulasi informasi, dan segala konten yang membahayakan anak.
"KPI harus semakin adaptif, tidak melulu lagi menekankan hanya sanksi dan hukuman. Tapi pembinaan dan penguatan ekosistem penyiaran di tanah air,"
Independensi dan kepentingan publik
Widhi menekankan bahwa penguatan karakter juga harus menjaga independensi industri penyiaran. Menurutnya, lembaga penyiaran harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan tetap memiliki karakter yang jelas.
"Industri penyiaran itu tetap memiliki karakternya, khususnya tentang independensi tadi. Jangan lupa bahwa industri penyiaran itu berpihak pada rakyat,"
Dengan kepengurusan baru, KPI diharap mampu mendorong kebijakan dan praktik penyiaran yang lebih inklusif, berkualitas, dan melindungi kepentingan publik di tengah dinamika media digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mentan Percepat Peremajaan Tebu Demi Swasembada Gula
Mentan Amran percepat peremajaan dan perluasan areal tebu untuk kejar swasembada gula dalam dua tahun, diduk...
Amran: Banpang Beras Wujud Cinta Presiden, 33,24 Juta Penerima
Andi Amran: bantuan pangan beras untuk 33,24 juta penerima, termasuk 1,2 juta di Lampung; alokasi 30 kg per...
Wamensos-Bappenas Perkuat Penanganan Bencana dan Sekolah Rakyat
Wamensos Agus Jabo dan Kepala Bappenas bahas penguatan logistik bencana, pengembangan Sekolah Rakyat, dan in...
Anak Dahnil Anzar Bantah Isu Penelantaran, Ungkap Fakta Asuh
Anak pertama Dahnil Anzar membantah tudingan penelantaran yang viral di Threads dan memaparkan bukti dukunga...
RUU Perampasan Aset Diperluas: Sasar Judi Online dan Pinjol Ilegal
DPR mendorong perluasan RUU Perampasan Aset untuk menjerat judi online dan pinjol ilegal, termasuk ambang pi...
Kapolda Janji Objektif Tangani Rekening Aktivis Pati
Kapolda Metro Jaya jamin penanganan rekening aktivis Pati dilakukan objektif; DPR minta akses rekening dikem...