Nasional

Amran: Banpang Beras Wujud Cinta Presiden, 33,24 Juta Penerima

Bagikan:

Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan bantuan pangan beras adalah bentuk perhatian Presiden kepada masyarakat. Penyaluran berlangsung Juli–September 2026 dan disampaikan langsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Kampung Mekar Jaya, Lampung Tengah. Total penerima mencapai 33,24 juta orang di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 1,2 juta penerima di Provinsi Lampung.

Rincian penyaluran dan tujuan

Menurut Amran, program bantuan pangan bertujuan memastikan kelompok rentan tetap memperoleh akses pangan. Penyaluran dilakukan secara bertahap di berbagai daerah dan diserahkan langsung oleh pejabat Bapanas di sejumlah lokasi.

Ini adalah bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Ini bentuk kecintaan Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia.

Penyaluran di Lampung: angka dan alokasi

Di Provinsi Lampung, alokasi program untuk periode Juli hingga September 2026 menyasar 1.242.582 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total beras mencapai 37.277.460 kilogram. Penyaluran tersebar di semua kabupaten/kota.

Kabupaten/Kota PBP (orang) Alokasi Beras (kg)
Lampung Tengah 187.359 5.620.770
Lampung Selatan 182.398 5.471.940
Lampung Timur 171.418 5.142.540
Lampung Utara 116.147 3.484.410
Kota Bandar Lampung 96.919 2.907.570
Kampung Mekar Jaya (Lampung Tengah) 581 17.430

Setiap penerima di lokasi Kampung Mekar Jaya menerima 30 kilogram beras untuk alokasi Juli–September 2026.

Suara penerima

Beberapa penerima mengungkapkan rasa syukur karena bantuan membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka menilai bantuan penting bagi keluarga dengan penghasilan terbatas atau kepala rumah tangga yang kehilangan mata pencaharian.

Alhamdulillah saya bersyukur sekali dengan adanya bantuan ini. Ini membantu sekali bagi saya. Apalagi saya tidak bekerja, dan suami sudah meninggal, sehari-hari anak saya yang lulusan SMP yang nyari nafkah,

Terima kasih Alhamdulillah senang sekali. Semoga masih dapat lagi nantinya,

Stok beras, pergudangan, dan kebijakan ekspor-impor

Amran menegaskan penyaluran bantuan berjalan bersamaan dengan penguatan stok beras pemerintah di Bulog. Ia menyebut stok saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah, mencapai sekitar 5,2 juta ton. Pemerintah juga menambah kapasitas pergudangan dengan menyewa fasilitas untuk menyimpan hingga sekitar 2 juta ton.

Bantuan pangan ini kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, stok beras kita tertinggi dalam sejarah, mencapai 5,2 juta ton,

Lebih lanjut, Amran menyatakan Indonesia tidak lagi melakukan impor beras dan kini membuka pasar ekspor ke sejumlah negara, termasuk Malaysia, Palestina, dan Arab Saudi, dengan rencana memperluas pasar ekspor ke Timor-Leste.

Implikasi dan langkah ke depan

Program bantuan pangan beras menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan memperkuat ketahanan pangan. Penyaluran langsung, penguatan stok, dan peningkatan kapasitas gudang menunjukkan upaya terpadu agar kebutuhan pangan kelompok rentan tetap terpenuhi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait