Mentan Percepat Peremajaan Tebu Demi Swasembada Gula
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mempercepat program peremajaan dan pembukaan areal tebu untuk mengejar target swasembada gula dalam dua tahun. Kebijakan itu disampaikan saat kunjungan kerja di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu, 26 Agustus 2026.
Target dan strategi percepatan
Program pusat awalnya menetapkan peremajaan seluas 100 ribu hektare per tahun sehingga membutuhkan empat tahun. Namun Amran optimistis target dapat dipercepat menjadi dua tahun dengan langkah peremajaan dan perluasan areal yang lebih agresif.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan harapannya saat panen raya tebu dan mengutip komitmen Amran.
“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’.”
Perkembangan areal dan target produksi
Menurut Amran, pengembangan areal baru di Lampung telah mencapai sekitar 30 ribu hektare. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan baku pabrik gula sekaligus meningkatkan produksi gula nasional.
Amran menargetkan hasil tebu yang lebih tinggi per hektare.
“Moga-moga bisa (produksi) 100 ton satu hektare,”
Peremajaan plasma dan anggaran
Amran menyatakan sekitar 86 persen tanaman tebu rakyat atau plasma sudah tidak layak produksi dan butuh peremajaan. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk membongkar tanaman lama dan mengganti dengan bibit baru.
Program peremajaan ini ditargetkan selesai dalam tiga tahun dan diharapkan meningkatkan produktivitas serta rendemen tebu.
Dukungan terhadap pabrik dan ekosistem pergulaan
Pemerintah juga memberi dukungan kepada seluruh pabrik gula agar kapasitas dan produktivitas pabrik dapat mengikuti kenaikan pasokan tebu.
“Semua pabrik gula unit usaha seluruh Indonesia kita dukung. Kita support supaya berproduksi tinggi,”
Selain itu, strategi yang diambil meliputi penggunaan benih unggul, perbaikan budidaya, peningkatan rendemen, serta penguatan kemitraan antara pekebun dan pabrik gula.
- Peremajaan tanaman rakyat (plasma) seluas besar
- Perluasan areal tebu baru di sentra produksi
- Dukungan teknis dan finansial bagi pabrik gula
- Peningkatan kualitas benih dan praktik budidaya
Data taksasi produksi 2026
Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, pemerintah memperkirakan kenaikan produksi gula dan areal tebu sebagai berikut:
| Indikator | Perkiraan 2026 |
|---|---|
| Produksi Gula Kristal Putih (GKP) | 3,02 juta ton |
| Luas areal tebu | 585.390 hektare |
| Produksi tebu | 40,20 juta ton |
| Rendemen | 7,51% |
Implikasi dan prospek
Jika peremajaan dan perluasan areal berjalan sesuai rencana, pemerintah optimistis kebutuhan white sugar bisa terpenuhi bahkan surplus. Namun efektivitas program bergantung pada sinkronisasi antara produksi tebu di hulu dan kapasitas pengolahan pabrik di hilir.
Dengan fokus pada produktivitas dan kemitraan, langkah ini juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan pekebun tebu di sentra seperti Tulang Bawang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...