Bawaslu Evaluasi Publikasi: Tiga Tujuan Perbaikan Kehumasan
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI memulai evaluasi tata kelola publikasi dan pemberitaan pada 25 Agustus 2026 di Surabaya. Evaluasi ini bertujuan memperkuat jangkauan, meningkatkan konsistensi, dan meratakan kualitas SDM kehumasan hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terutama selama masa non-tahapan pemilu.
Tiga tujuan utama evaluasi
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menjelaskan ada tiga tujuan utama dalam pembenahan tata kelola publikasi dan pemberitaan. Pertama, memperkuat landasan dan memperluas daya jangkau publikasi kinerja Bawaslu. Kedua, memperkuat konsistensi publik engagement terhadap pemberitaan. Ketiga, meningkatkan kualitas SDM kehumasan secara merata di seluruh daerah.
Temuan: pengawasan siber dan konsistensi pemberitaan
Lolly menyebutkan salah satu temuan penting adalah pemerataan pengawasan siber yang belum merata di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Ketidakmerataan ini dinilai melemahkan upaya pengawasan pada ruang digital. Selain itu, dampak publikasi selama masa non-tahapan pemilu dinilai masih minim dan fluktuatif.
"Tujuannya satu, di tengah upaya kuat yang Bawaslu lakukan, fondasinya diperkuat, daya jangkauannya diperluas, konsistensi geraknya juga diukur. Kita harus menyadari dalam tahapan evaluasi, banyak hal yang masih harus kita benahi,"
— Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu RI
Lolly menambahkan bahwa konsistensi engagement publik terhadap pemberitaan Bawaslu masih belum stabil. Hal ini mempengaruhi efektivitas pesan kehumasan saat tidak ada tahapan pemilu. Oleh karena itu, evaluasi akan menilai metode komunikasi dan saluran pemberitaan yang digunakan.
Pelibatan pihak terkait dan implikasi bagi kehumasan
Evaluasi melibatkan sejumlah pihak terkait untuk memperkuat strategi publikasi dan pemberitaan. Fokusnya adalah mengukur dampak komunikasi dan menyesuaikan kebijakan agar lebih responsif terhadap dinamika digital. Proses ini juga dimaksudkan untuk menjadi pedoman bagi jajaran humas di daerah agar kapasitasnya meningkat.
"Ketika kita bicara soal kehumasan, maka kita bicara soal jembatan antara informasi dengan kepercayaan publik. Evaluasi kebijakan publikasi dan pemberitaan menjadi penting karena tahun ini fokus kita adalah mengukur dampaknya gimana,"
— Lolly Suhenty
Dengan hasil evaluasi, Bawaslu berharap publikasi kinerja menjadi lebih terukur dan berdampak. Perbaikan juga ditargetkan agar komunikasi Bawaslu mampu membangun kepercayaan publik yang lebih kuat di seluruh Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...