Tia Ayu Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan di Medan Marelan
MEDAN — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan selama dua hari berturut-turut di Kecamatan Medan Marelan, Sabtu-Minggu (30-31/5). Kegiatan itu bertujuan memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai penyangga keutuhan NKRI.
Pelaksanaan kegiatan
Kegiatan pertama berlangsung di Jalan Jala 20 Gang Warisan, Kelurahan Rengas Pulau, pada Sabtu (30/5). Hari berikutnya, sosialisasi digelar di Jalan Kapten Rahmad Buddin Gang Jagung Lingkungan 08, Kelurahan Terjun, pada Minggu (31/5). Kegiatan itu melibatkan warga setempat dan berlangsung secara terbuka untuk berbagai kelompok usia.
- Sabtu, 30 Mei: Jalan Jala 20 Gang Warisan, Kelurahan Rengas Pulau
- Minggu, 31 Mei: Jalan Kapten Rahmad Buddin Gang Jagung, Kelurahan Terjun
Pesan utama wawasan kebangsaan
Pada kesempatan tersebut, Tia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa pemahaman kebangsaan harus terus diperkuat di tengah keberagaman Indonesia.
"Wawasan kebangsaan merupakan pemahaman dan sikap yang menempatkan kepentingan bangsa Indonesia sebagai prioritas, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, bersatu, dan berdaulat,"
Menurut Tia, tujuan utama sosialisasi adalah memperkuat persatuan antarkomponen masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ia juga menyebutkan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong adalah kekuatan utama bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Kaitan dengan kepemimpinan nasional
Tia mengaitkan pesan kebangsaan dalam sosialisasi dengan komitmen pemerintahan pusat. Ia menyinggung visi kepemimpinan nasional yang menempatkan kedaulatan dan kemandirian sebagai prioritas.
"Pak Prabowo selalu menekankan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa, memperkuat persatuan nasional, dan memastikan Indonesia berdiri tegak sebagai negara yang berdaulat,"
Penekanan ini menurutnya relevan untuk diterjemahkan ke tingkat lokal. Implementasi nilai-nilai itu diharapkan mengurangi potensi perpecahan dan memperkuat semangat kolektif dalam kehidupan bermasyarakat.
Harapan dan implikasi
Tia berharap warga yang mengikuti sosialisasi dapat menerapkan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong dalam keseharian. Ia menegaskan bahwa menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas elite politik.
Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, masyarakat diharapkan mampu memperkuat daya tahan sosial dan menjaga stabilitas lokal. Langkah serupa dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam upaya memperkuat karakter kebangsaan di tingkat akar rumput.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Petstival Kemerdekaan 2026 Medan: Pameran dan Lomba Hewan Peliharaan
YA.TEAM menggelar Petstival Kemerdekaan 2026 di Medan, 15-17 Agustus, dengan pameran, lomba hewan, edukasi,...
Ahli Sebut Audit Tak Standar pada Sidang Korupsi Inalum
Dua ahli dari penasihat hukum menilai penahanan Dante dan laporan audit kasus penjualan aluminium Inalum bel...
CCTV Rekam 100 Geng Motor Serang Rumah di Medan Labuhan
CCTV merekam ratusan geng motor menyerang rumah warga di Pekan Labuhan, Medan Labuhan; pemilik melapor ke Po...
Polda Sumut Tangkap 4 Pengedar 'Vape Getar', Sita Ratusan Liquid
Polda Sumut menangkap empat pengedar 'Vape Getar' di Medan dan menyita ratusan liquid diduga mengandung etom...
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan akibat Kelangkaan Semen
Pemprov Sumut memperketat pengawasan distribusi semen setelah laporan kelangkaan dan kenaikan harga; koordin...
HMI: Program MBG di Labuhanbatu Carut-marut, SPPG Banyak Tak Beroperasi
HMI Labuhanbatu Raya menilai program MBG carut-marut: SPPG banyak belum beroperasi, data penerima tak akurat...