Ketua DPRK Banda Aceh: Waspada Penipuan via WhatsApp dan Suara AI
Banda Aceh, 21 Juni 2026 — Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang mencatut namanya melalui nomor WhatsApp dan akun media sosial palsu. Imbauan disampaikan setelah ada laporan pihak-pihak yang menghubungi warga menggunakan foto dan nama serta suara mirip dirinya.
Modus penipuan yang beredar
Menurut Irwansyah, pelaku memasang foto profil dan latar keluarga agar tampak meyakinkan. Mereka juga menggunakan gelar yang berbeda demi menipu korban.
"Nomor yang digunakan bukan nomor saya. Mereka memasang foto profil saya dan bahkan membuat akun Facebook dengan foto keluarga sebagai latar belakang agar terlihat meyakinkan. Gelar yang digunakan juga berbeda dengan yang sebenarnya,"
Ia menambahkan, beberapa nomor atau akun palsu kerap menelepon dan menghasilkan suara yang menyerupai dirinya. Suara itu kemungkinan dibuat dengan teknologi artificial intelligence (AI) untuk menekan korban agar percaya.
"Kadang-kadang saat menelepon orang, panggilan itu diangkat dan suara yang terdengar mirip seperti saya. Sangat mungkin suara tersebut merupakan hasil olahan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meyakinkan calon korban,"
Jenis-jenis penipuan yang sering dipakai
- Berpura-pura sebagai petugas bank meminta PIN, OTP, atau kata sandi dengan alasan rekening bermasalah.
- Mengaku aparat penegak hukum atau pejabat untuk menakut-nakuti lalu meminta uang.
- Pemberitahuan hadiah atau undian palsu yang mengharuskan korban mentransfer biaya administrasi.
- Menyamar sebagai anggota keluarga yang butuh bantuan dana mendesak.
- Tawaran investasi atau lowongan kerja palsu yang meminta setoran awal.
- Pembajakan akun WhatsApp dengan meminta kode OTP.
Langkah aman yang disarankan
Irwansyah meminta warga tidak melayani pesan, panggilan, atau permintaan dari nomor yang mengatasnamakan dirinya tanpa verifikasi. Ia menegaskan nomor yang ia gunakan tetap nomor lama yang dikenal publik.
"Jangan dilayani sebelum dicek langsung kepada saya. Masyarakat harus berhati-hati karena modus seperti ini bisa digunakan untuk memperoleh data pribadi maupun melakukan penipuan. Nomor yang saya gunakan tetap nomor lama yang selama ini dikenal masyarakat,"
Untuk mencegah menjadi korban, masyarakat disarankan:
- Jangan memberi PIN, OTP, password, atau kode verifikasi kepada siapa pun.
- Tutup panggilan mencurigakan dan jangan menerima permintaan video call dari nomor tak dikenal.
- Verifikasi informasi melalui nomor resmi atau kontak langsung yang sudah dikenal.
- Jangan terburu-buru melakukan transfer uang; konfirmasi dulu kebenaran klaim.
Pesan ini muncul di tengah maraknya kejahatan siber berupa tele-scamming yang memanfaatkan WhatsApp, telepon, dan platform digital lain. Masyarakat diimbau selalu waspada dan memverifikasi setiap permintaan yang mencurigakan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...