Intake WTP Pasi Lamgarot Berhenti 5 Jam, Pasokan Air Kembali Normal
Kota Jantho — Intake WTP Pasi Lamgarot di Cabang Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, sempat berhenti sekitar 5 jam pada Rabu malam (5/8) akibat penumpukan sedimen di lokasi penyedotan. Gangguan ini dipicu menurunnya debit Sungai Krueng Aceh selama musim kekeringan, sehingga suplai air bersih ke pelanggan terganggu namun kini telah normal kembali.
Penurunan debit dan penyebab penyumbatan
Plt. Direktur Utama Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, Ir. Yusmadi, MM, menjelaskan bahwa penyusutan debit air di bendungan karet menyebabkan pengendapan lumpur di sekitar intake. Akibat akumulasi sedimen tersebut, aliran masuk ke instalasi penyedotan tersumbat dan produksi air mesti dihentikan sementara.
Pengendapan lumpur yang terlalu tebal di area penyedotan telah terjadi penyumbatan dan berdampak pada terhentinya suplai air bersih ke pelanggan dari intake WTP Pasi Lamgarot cabang Siron selama 5 jam
Upaya penanganan dan durasi pemulihan
Petugas Perumdam segera melakukan pembersihan sedimen sejak sore hingga malam hari. Proses pembersihan berlangsung intensif dan selesai sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga produksi air kembali berjalan normal setelah sekitar lima jam berhenti.
Alhamdulillah dengan kerja keras kawan-kawan produksi air bersih di Intake WTP Pasi Lamgarot cabang Siron telah normal kembali dan suplai air ke pelanggan juga sudah lancar kembali
Wilayah terdampak dan kapasitas instalasi
Intake Pasi Lamgarot cabang Siron memiliki kapasitas produksi 100 liter/detik. Instalasi ini mensuplai air bersih ke beberapa wilayah, antara lain Kajhu, Lambaro Angan, Tungkop, dan sekitarnya. Selama gangguan, pelanggan di area tersebut mengalami terganggunya pasokan air sementara.
Deteksi dini dan koordinasi lapangan
Kepala Instalasi Intake WTP Pasi Lamgarot Cabang Siron, Rafi Rizkhan, menyebutkan bahwa tanda-tanda kemacetan produksi terdeteksi sekitar satu jam sebelum penghentian penuh. Tim teknis melakukan analisis cepat dan langsung mengambil tindakan pembersihan tanpa menunggu arahan lebih lanjut.
Tanda-tanda kemacetan sudah terdeteksi sebelumnya, setelah kita analisa penyebabnya, hasil kajian kami koordinasikan dengan pimpinan cabang Siron, tanpa harus menunggu lama kami lakukan proses pembersihan endapan sendimen di area bendungan karet
Implikasi dan langkah ke depan
Insiden ini menunjukkan kerentanan pasokan air terhadap penurunan debit sungai dan akumulasi sedimen. Perumdam mengatakan akan memperkuat pemantauan debit dan jadwal pembersihan rutin untuk mencegah gangguan berulang. Pengelolaan sedimen dan kesiapsiagaan teknis menjadi fokus agar pelayanan publik tetap stabil saat musim kering.
Dengan tindakan cepat petugas lapangan, pelayanan suplai air dari Intake WTP Pasi Lamgarot telah pulih dan distribusi kembali berjalan normal kepada pelanggan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wabup Buka IKAMSA Saweu Sikula XI di Aceh Barat
Wabup Said Fadheil membuka IKAMSA Saweu Sikula XI di Aceh Barat (6–9 Agustus 2026), agenda meliputi futsal,...
Dekranasda Perkuat UMKM Aceh Besar Lewat Pembinaan dan Promosi
Dekranasda Aceh Besar mendorong 4.000 UMKM naik kelas melalui pembinaan, pelatihan, promosi, dan akses pembi...
Polresta Deliserdang Musnahkan 1,2 Kg Sabu dari 48 Kasus
Polresta Deliserdang memusnahkan 1.266,04 gram sabu hasil pengungkapan 48 kasus Mei–Juni 2026, pemusnahan di...
Polres Labuhanbatu Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Kualuh Selatan
Polres Labuhanbatu menangkap MA (20) terkait dugaan pencabulan anak di Kualuh Selatan; kasus ditangani Unit...
Wabup Adlin Resmikan Turnamen Catur Antar OPD Sergai HUT RI ke-81
Wabup Adlin Tambunan membuka Turnamen Catur Antar OPD di Sergai, Kamis (6/8), sebagai bagian dari perayaan H...
Pemkab Simalungun Percepat Pemulihan Pasca Banjir Serbelawan
Pemkab Simalungun bersama perusahaan dan warga percepat pemulihan pasca banjir Serbelawan untuk kembalikan a...