Lokal

IKAPDA Aceh Galang Donasi untuk Keluarga Korban Ledakan KMP Aceh Hebat

Bagikan:
Alumni IKAPDA Aceh menggalang donasi untuk keluarga korban ledakan KMP Aceh Hebat

BANDA ACEH — Ikatan Alumni Pesantren Darul Arafah Raya (IKAPDA) Aceh bergerak cepat menggalang bantuan untuk keluarga almarhum Fakhri Herdieco Bin Alm. Yan Budi Eko Hartono (19), salah satu korban insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2. Respons lintas angkatan ini muncul segera setelah kabar duka tiba pada malam Sabtu, 20 Juni 2026, di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Penggalangan dan penyaluran dana

Gerakan solidaritas alumni berhasil menghimpun donasi sementara sebesar Rp15.350.000. Dari jumlah itu, IKAPDA Aceh langsung menyerahkan bantuan tunai awal senilai Rp5.000.000 kepada ibunda almarhum di rumah sakit.

Saat ini sisa dana yang tercatat mencapai Rp10.350.000 dan masih terus bertambah melalui transfer dari berbagai angkatan alumni.

Respons dan pernyataan pengurus

Ketua IKAPDA Aceh, Teungku Iskandar, mengatakan bahwa aksi cepat itu mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan antaralumni sejak masa pesantren.

"Begitu kabar duka ini menyebar, berbagai angkatan alumni langsung bergerak tanpa menunda. Ini bukan sekadar tentang angka, melainkan wujud nyata dari kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di antara alumni Darul Arafah Raya,"

Sekretaris IKAPDA Aceh, Amwar Citra Hutabarat, menambahkan apresiasi atas kepedulian anggota yang segera turun tangan.

"Terima kasih kepada seluruh alumni yang telah menyisihkan rezekinya. Gerakan ini membuktikan bahwa di mana pun kami berada, rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar tetap terjaga erat,"

Rencana selanjutnya

IKAPDA Aceh menyatakan akan menyalurkan seluruh sisa dana kepada keluarga almarhum dalam waktu dekat. Selain bantuan materi, organisasi alumni juga terus menggalang doa bersama untuk memberikan dukungan moral dan ketabahan keluarga.

Kronologi singkat korban

Almarhum Fakhri Herdieco merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati. Ia menjadi salah satu korban luka bakar serius dalam insiden ledakan ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 pada 12 Juni 2026, saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Fakhri kemudian mengembuskan napas terakhir pada 20 Juni 2026 di RSUD dr. Zainoel Abidin.

Gerakan penggalangan dana dan doa oleh IKAPDA Aceh menunjukkan respons cepat komunitas alumni menghadapi musibah. Penyaluran sisa bantuan dan langkah dukungan lanjutan akan dipantau oleh pengurus hingga tuntas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait