Vonis 7,5 Tahun untuk Dua Terdakwa Korupsi Smartboard Tebingtinggi
MEDAN — Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman penjara masing-masing 7 tahun 6 bulan kepada dua terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (PTI) untuk SMP Negeri se-Kota Tebingtinggi tahun 2024. Putusan dibacakan pada Kamis malam, 20 Agustus, oleh ketua majelis As’ad Rahim Lubis di ruang sidang utama Pengadilan Tipikor PN Medan.
Putusan dan hukuman
Dalam amar putusan, majelis menyatakan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebingtinggi, Idam Khalid, serta Direktur Utama PT Bismacindo Perkasa, Budi Pranoto, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama.
“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Budi Pranoto Seputra dan terdakwa Idam Khalid dengan pidana penjara masing-masing selama 7 tahun dan 6 bulan,”
Selain pidana pokok, hakim menjatuhkan denda sebesar Rp500 juta untuk masing-masing terdakwa. Jika denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 140 hari.
- Pidana pokok: 7 tahun 6 bulan penjara per terdakwa
- Denda: Rp500 juta (subsider 140 hari kurungan)
- Uang pengganti: tidak dibebankan kepada kedua terdakwa meski kerugian negara tercatat Rp6,2 miliar
Pertimbangan hakim
Majelis hakim menyebut tindakan para terdakwa memperkaya pihak lain, termasuk seseorang bernama Bahrun Walidin alias Baron, yang disebut berperan sebagai broker proyek. Baron diketahui sebagai aparatur sipil negara di BKPSDM Kabupaten Aceh Jaya.
“Keadaan yang memberatkan, perbuatan para terdakwa telah merugikan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dan perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi,”
Hakim menyatakan kewajiban membayar uang pengganti seharusnya dibebankan kepada Baron. Secara hukum, para terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 603 KUHP juncto Pasal 20 KUHP juncto Pasal 18 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sebagai pertimbangan meringankan, majelis mencatat kedua terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya dan menyatakan penyesalan.
Tuntutan jaksa dan opsi banding
Putusan itu lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tebingtinggi. JPU menuntut masing-masing terdakwa 9 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp600 juta subsider 150 hari kurungan. JPU juga menuntut pembayaran uang pengganti atas kerugian negara.
Khusus untuk Idam Khalid, JPU menuntut uang pengganti sebesar Rp3,2 miliar dengan subsider lima tahun penjara. Baik terdakwa maupun JPU memiliki waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap, apakah menerima putusan atau mengajukan banding.
Status terdakwa lain
Perkara ini juga menyeret Irjen Pol (Purn) Bambang Ghiri Arianto, Direktur Utama PT Gunung Emas Ekaputra. Namun majelis yang sama menjatuhkan vonis bebas terhadap Bambang, menilai perbuatannya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.
Dengan putusan ini, dua terdakwa dinyatakan bersalah dan menerima hukuman penjara, sementara satu terdakwa dibebaskan. Ke depan, perkara dapat berlanjut ke tingkat banding jika pihak terkait memilih untuk menempuh upaya hukum.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Muharram Pimpin Rapat OPD Aceh Besar untuk Perkuat Koordinasi
Bupati Muharram Idris pimpin rapat OPD Aceh Besar pada 5 Oktober 2026 untuk perkuat koordinasi, evaluasi pro...
Plt Bupati Langkat Tekankan Pendidikan Berkualitas, Tolak Putus Sekolah
Plt Bupati Langkat minta tak ada anak putus sekolah dan dukung rangkaian HUT ke-81 PGRI yang berisi seminar...
Aceh Besar Godok Ranperbup Pageu Gampong untuk Perkuat Keamanan
Aceh Besar sedang menggodok Ranperbup Pageu Gampong untuk memberi payung hukum dan memperkuat peran gampong...
Bupati Batubara Hadiri HUT ke-81 TNI di Belawan dan Kisaran
Bupati dan Wabup Batubara hadiri HUT ke-81 TNI di Belawan dan Kisaran, mengapresiasi pengabdian TNI dan mene...
Medan Dorong Penganggaran Vaksin Rabies Demi Target Bebas 2030
Pemko Medan diminta menyiapkan anggaran vaksin rabies untuk mewujudkan target bebas rabies 2030 dan memperku...
Muspika Lhoknga Hadiahi Danramil Tumpeng Rayakan HUT TNI ke-81
Muspika Lhoknga berikan tumpeng kepada Danramil 03 Lhoknga pada HUT TNI ke-81 untuk memperkuat sinergi dan k...