Lokal

Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk UMKM Sumut

Bagikan:
Gubernur Bobby Nasution berbicara dalam acara Bursa Wirausaha Unggulan USU

Medan — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengumumkan alokasi bantuan permodalan sebesar Rp50 miliar untuk pelaku UMKM pada tahun depan. Pengumuman itu disampaikan saat ia hadir di Bursa Wirausaha Unggulan Universitas Sumatera Utara, Kamis (20/8), sebagai upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan dan mendukung target nasional menciptakan 10 juta wirausaha baru.

Rincian alokasi dan tujuan program

Menurut Bobby, dana Rp50 miliar akan disalurkan untuk memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi sektor kuliner dan pariwisata yang menjadi kekuatan utama Sumut. Pemprov Sumut juga telah bekerja sama dengan lembaga perbankan daerah untuk menyalurkan pembiayaan berbunga ringan.

Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan. Makanya seperti Bank Sumut, kami sudah salurkan bantuan usaha dengan bunga sangat ringan. Termasuk tahun depan rencananya kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM

Situasi UMKM di Sumatera Utara

Data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut menunjukkan provinsi ini memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM. Rasio kewirausahaan baru tercatat 4,1 persen, dan 98,9 persen dari total usaha merupakan usaha mikro dan kecil.

Bobby juga menyoroti tenaga kerja yang belum terserap. Angkatan kerja tercatat lebih dari 8 juta orang, dan sekitar 5 persen belum masuk dunia kerja atau usaha. Menurutnya, peningkatan dan pengembangan UMKM menjadi langkah penting untuk menurunkan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja.

Selain modal: pelatihan dan inkubasi

Gubernur menegaskan bahwa akses pembiayaan saja tidak cukup. Pelaku usaha juga membutuhkan pembinaan dan program inkubasi yang meliputi manajemen usaha, konsultasi bisnis, fasilitasi pembiayaan, dan promosi produk agar usaha dapat berkembang berkelanjutan.

  • Pelatihan manajemen usaha
  • Konsultasi bisnis dan inkubasi
  • Fasilitasi pembiayaan dengan bunga ringan
  • Promosi dan pemasaran produk

Respons Kementerian UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman menyambut baik komitmen Pemprov Sumut. Ia menyebutkan Kementerian tengah menjalankan program Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif sebagai strategi nasional memperkuat sistem kewirausahaan.

Jadi program ini memberikan pelatihan hingga membantu akses pembiayaan bagi masyarakat. Dan yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM bisa memanajemen keuangannya dengan baik. Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus

Ia menambahkan bahwa keuntungan usaha dapat diperlakukan sebagai pengganti gaji, namun pengelolaan keuangan harus serius agar berdampak pada kesejahteraan jangka panjang.

Upaya kolaboratif ke depan

Bobby berharap universitas, pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha terus berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Targetnya, semakin banyak usaha mikro dan kecil yang naik kelas dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah nyata berikutnya adalah penyusunan mekanisme penyaluran dana, program pelatihan terstruktur, dan monitoring agar bantuan modal benar-benar mendorong keberlanjutan usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait