DPRD Surabaya Desak Verifikasi Data Desil dengan Pendekatan Jemput Bola
SURABAYA — Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, Arjuna Rizki Dwi Krisnayana, meminta pemerintah segera melakukan verifikasi dan koreksi data kemiskinan di DTSEN dengan pendekatan jemput bola. Pernyataan itu disampaikan saat wawancara, Sabtu (5/9/2026), menyusul temuan ketidaksesuaian data desil yang dikhawatirkan menghambat akses bantuan bagi warga.
Kejanggalan pengelompokan desil
Arjuna menemukan kejanggalan ketika memeriksa data dirinya dan laporan warga. Ia tercatat masuk Desil 8, sementara seorang warga berstatus pegawai honorer justru tercatat di Desil 10, kategori dengan kondisi ekonomi tertinggi.
"Belum tentu warga mengetahui bahwa dirinya masuk dalam kategori desil yang tidak sesuai. Apalagi belum tentu mereka berani mengadukan kekeliruan data yang dialaminya,"
Arjuna menegaskan kondisi itu menunjukkan masih ada masalah dalam pengelompokan yang belum mencerminkan kondisi sosial ekonomi riil masyarakat. Ia bahkan menyatakan, secara pribadi ia mestinya masuk Desil 10, bukan Desil 8, sementara ada honorer yang tercatat sebaliknya.
"Saya mestinya masuk Desil 10. Ada warga saya yang jelas-jelas pegawai kontrak honorer malah masuk Desil 10. Aneh kan,"
Dampak pada program bantuan
Menurut Arjuna, ketidaktepatan data tidak sekadar masalah administrasi. Salah klasifikasi dapat membuat intervensi pemerintah salah sasaran dan menghalangi warga yang berhak menerima bantuan.
Ia memperkirakan lebih dari 3.000 warga di Kota Surabaya memiliki peringkat desil yang tidak sinkron dengan kondisi nyata mereka. Jika tidak dikoreksi, sejumlah program yang bersumber dari APBD berpotensi terdampak, antara lain:
- BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran)
- Beasiswa Pemuda Tangguh
- Bantuan dana kuliah
- Program bantuan seragam gratis
Solusi: optimalkan data lokal dan jemput bola
Arjuna mendorong Pemkot Surabaya mengoptimalkan data lokal sebagai pembanding sebelum menentukan kategori pada sistem nasional. Data lokal itu dinilai penting untuk memastikan akurasi klasifikasi sosial ekonomi warga.
Ia menekankan pendekatan jemput bola, yaitu aparat hingga tingkat kelurahan dan dinas terkait aktif turun ke masyarakat untuk memeriksa kondisi faktual dan membantu proses verifikasi serta koreksi data.
Langkah yang diminta DPRD
DPRD Surabaya meminta mekanisme yang memudahkan warga melakukan verifikasi dan sanggahan, lengkap dengan pendampingan. Arjuna menegaskan seluruh instrumen birokrasi harus dilibatkan agar perbaikan data berjalan cepat dan tepat.
"Jangan sampai sistem ini justru menghambat rakyat menerima haknya. APBD sudah dianggarkan untuk membantu masyarakat, tetapi di lapangan warga yang butuh malah terkendala aturan desil ini," ujarnya.
Jika verifikasi dan koreksi segera dilakukan dengan metode jemput bola dan pemanfaatan data lokal, potensi salah sasaran bantuan dapat dipangkas. DPRD meminta Pemkot menyiapkan langkah taktis untuk memastikan DTSEN menjadi instrumen ketepatan sasaran, bukan penghambat penyaluran bantuan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Festival Literasi Using Banyuwangi 2026: Pelestarian Bahasa Lokal
Pemkab Banyuwangi gelar Festival Literasi Using (5/9/2026) dengan ratusan siswa berlomba untuk menjaga Bahas...
Pelestarian Aksara Jawa di Malang Diperluas ke Seluruh Jatim
Ketua Komisi E DPRD Jatim dorong perluasan pelestarian aksara Jawa dari Malang ke seluruh sekolah di Jawa Ti...
Ruang Fiskal Jember Rp497,65 Miliar: Waktu Serapan Kian Sempit
Ruang fiskal Jember mencapai Rp497,65 miliar, tetapi waktu serapan tinggal tiga bulan; DPRD minta OPD percep...
Gadingan Jadi Panggung Demokrasi, Hasto Singgung Ancaman Populisme
Hasto sambut delegasi CALD di Pendopo Gadingan (4/9/2026), menekankan peran kebudayaan dalam memperkuat keta...
Puan Dukung Penegakan 21 Badan Usaha Terkait Karhutla
Puan Maharani mendorong penegakan hukum transparan terhadap 21 badan usaha terkait karhutla seluas 11.404 ha...
Hasto Paparkan 5 Agenda Lawan Populisme Otoriter di Yogyakarta
Hasto Kristiyanto paparkan lima agenda strategis untuk melawan populisme otoriter dan memperkuat ketahanan d...